Jokowi: Dunia Tak Bisa Sepenuhnya Bebas dari Covid-19 Jika...

Tech - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
23 February 2021 15:55
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Menko Perekonomian Darmin Nasution (kedua kanan), Menkeu Sri Mulyani (kanan) dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso (kedua kiri) menyampaikan paparan dihadapan pimpinan bank umum di Indonesia, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/3). Presiden mendorong bank-bank BUMN dan swasta di Indonesia untuk dapat bersaing dengan bank asing serta melakukan inovasi dan berani mengambil resiko. (Foto : Setpres RI) Foto: Setpres RI

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan dunia tidak bisa begitu saja terbebas dari pandemi Covid-19 selama masih ada satu negara yang terinfeksi.

Hal tersebut dikemukakan Jokowi saat memberikan pengarahan dalam International Conference on Tackling The Covid-19 Pandemic yang disiarkan secara virtual, Selasa (23/2/2021).

"Dunia tidak bisa sepenuhnya bebas dari virus ini jika masih ada satu negara saja yang belum bebas darinya," kata Jokowi.


Jokowi mengutarakan, dunia telah menghadapi pandemi selama 1 tahun lamanya. Dalam periode tersebut, sebanyak 110 juta orang terdampak dan hampir 2,5 juta orang harus kehilangan nyawa akibat virus ini.

"Dari hari ke hari, kita dan dunia belajar untuk memahami virus ini dan membuat kebijakan-kebijakan terbaik untuk mengatasinya," jelasnya.

Selama periode tersebut, pemerintah terus berupaya mengatasi dampak sosial ekonomi dari pandemi. Apalagi, dampak sosial ekonomi ini sudah dirasakan semua negara, tak terkecuali Indonesia.

"Masing-masing negara pasti sudah melakukan segala upaya untuk menanggulangi krisis ini. Namun, lebih dari itu kita harus merancang secara akurat, secara lebih detail apa yang harus kita lakukan bersama dengan bangsa-bangsa lain di seluruh dunia,"


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading