Investasi ke Angkasa, SpaceX Elon Musk Disuntik Dana Rp11,8 T

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
17 February 2021 10:22
A SpaceX Falcon 9, with NASA astronauts Doug Hurley and Bob Behnken in the Crew Dragon capsule, lifts off from Pad 39-A at the Kennedy Space Center in Cape Canaveral, Fla., Saturday, May 30, 2020. The two astronauts are on the SpaceX test flight to the International Space Station. For the first time in nearly a decade, astronauts blasted towards orbit aboard an American rocket from American soil, a first for a private company. (AP Photo/David J. Phillip)

Jakarta, CNBC Indonesia - SpaceX dikabarkan baru saja mendapatkan pendanaan baru minggu lalu. Menurut sebuah sumber besarannya mencapai US$850 juta atau Rp 11,8 triliun dan membuat valuasi perusahaan meroket menjadi US$74 miliar (Rp1.034 triliun).

Menurut sumber yang sama, perusahaan itu mengumpulkan pendanaan baru US$419,99 per saham atau hanya berbeda beberapa sen saja US$420 saat Elon Musk mendeklarasikan pengambilalihan Tesla tahun 2018 lalu, dikutip CNBC Internasional (17/2/2021).


Pendanaan tersebut juga membuat valuasi perusahaan naik 60% dari ronde sebelumnya di bulan Agustus. Saat itu, SpaceX berhasil mengumpulkan US$2 miliar dan nilai valuasi US$64 miliar.

Sayangnya, pihak SpaceX tidak segera mengomentari soal adanya pendanaan baru pada perusahan tersebut. Masuknya suntikan dana baru ini berbarengan dengan SpaceX yang sedang mengerjakan dua proyek yang padat modal yakni Starlink dan Starship.

Starlink merupakan proyek membangun jaringan internet yang terkoneksi dengan ribuan satelit atau disebut konstelasi. Perusahaan mendesain proyek ini untuk menghantarkan internet berkecepatan tinggi pada konsumen di seluruh dunia.

Sebelumnya SpaceX pernah mengestimasi jika Starlink akan menelan biaya US$10 miliar atau lebih. Perusahaan juga percaya jika proyek dapat menghasilkan sekitar tiga kali lipat dari modal awal yakni US$30 miliar pertahun atau 10 kali lipat pendapat tahunan bisnis roket.

Sejauh ini SpaceX telah menerangkan 1000 satelit Starlink ke angkasa. Layanan secara beta publik akan diselenggarakan untuk sejumlah negara yakni AS, Kanada dan Inggris.

Dalam pengajuannya pada Federal Communications Commision AS minggu lalu, perusahaan mengklaim bahwa sudah ada lebih dari 10 ribu pengguna baik di AS dan negara lainnya. Jumlah ini bisa didapatkan tiga bulan sejak program beta mulai beroperasi.

Walaupun belum ada layanan secara publik, namun perusahaan sudah membuka tirai pemesanan bagi konsumen yang tertarik menggunakan layanan Starlink. SpaceX membanderol layanan Starlink secara preorder sebesar US$99.

Belum ada tanggal pasti kapan layanan publik resmi dibuka. Namun dalam pemesanan terdapat pesan jika layanan akan mulai beroperasi pertengahan hingga akhir 2021, sementara preorder lainnya mengatakan pada 2022 mendatang.

Sementara untuk Starship adalah proyek ambisius lain yang sedang dibangun dan diujicobakan prototipenya di Boca Chica Texas. Sejumlah prototipe telah berhasil diluncurkan dan mendarat dengan selamat setelah terbang setinggi 500 kaki.

Namun dua uji terbang terakhir dinyatakan gagal sebab meledak saat akan melakukan pendaratan.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading