Ahli China Sebut Covid-19 Bisa Saja Tak Berasal dari Wuhan

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
10 February 2021 17:03
Penampakan virus corona yang diisolasi (Foto: NMDC)

Jakarta, CNBC Indonesia - Virus yang menyebabkan Covid-19 bisa saja tidak berasal dari Wuhan, China. Bisa saja virus ini telah beredar di wilayah lain sebelum teridentifikasi di Wuhan.

Ini merupakan pernyataan dari Liang Wannian, salah satu ahli kesehatan di China Health Commission dalam konferensi gabungan menjelang satu bulan tim World Health Organization (WHO) mengunjungi Wuhan untuk mencari asal usul Covid-19, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (10/2/2021).

"Virus penyebab Covid-19 bisa jadi telah beredar di wilayah lain sebelum teridentifikasi di Kota Wuhan, China Tengah, pada akhir 2019," ujar Liang Wannian.


Dalam konferensi pers tersebut, salah satu anggota tim WHO Peter Ben Embarek mengatakan hingga saat ini para peneliti belum dapat menemukan asal usul pasti dari mana Covid-19 bermula.

Ia kemudian mengungkapkan pihaknya membuka kemungkinan penelitian lanjutan mengenai makan beku yang datang dari pasar basah Wuhan. "Jadi ada potensi untuk terus mengikuti petunjuk ini dan melihat lebih jauh pada rantai pasok dan hewan yang dipasok ke pasar," katanya dikutip dari AFP.

KomentarĀ itu juga mendukung pendapat otoritas China yang menyebut virus dapat ditularkan melalui makanan beku. China berulang kali mengumumkan temuan jejak virus korona pada kemasan makanan impor.

"Kami tahu virus dapat bertahan dalam kondisi yang ditemukan di lingkungan yang dingin dan beku ini, tetapi kami tidak benar-benar memahami apakah virus dapat menularkan ke manusia atau dalam kondisi apa,"ungkapĀ Embarek.

Tim WHO tiba di Wuhan pada 14 Januari lalu. Setelah dua minggu karantina, tim mengunjungi situs-situs utama termasuk pasar basah Huanan, lokasi kelompok infeksi pertama yang diketahui, serta Wuhan Institute of Virologi.

Misi WHO di Wuhan pada awalnya diwarnai oleh berbagai macam hambatan. Penundaan izin selalu diganjal pemerintah China. Ini membuat AS, di era Donald Trump, menuntut penyelidikan kuat. Namun Beijing memperingatkan agar investigasi ini tidak dipolitisasi sebagai alat menyerang negaranya.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading