Kronologis Heboh UEA Bisa Berlabuh di Mars

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
10 February 2021 15:33
In this photo released by MHI, an H-IIA rocket with United Arab Emirates' Mars orbiter Hope lifts off from Tanegashima Space Center in Kagoshima, southern Japan Monday, July 20, 2020. A United Arab Emirates spacecraft rocketed away Monday on a seven-month journey to Mars, kicking off the Arab world’s first interplanetary mission. (MHI via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Uni Emirat Arab (UEA) mencatatkan sejarah sebagai negara Arab pertama yang berhasil memasuki orbit planet Mars pada Selasa (9/2/2021) waktu setempat. Bila tak ada halangan maka hari ini roket luar angkasa UEA akan mendarat di Mars.

UEA menjelajah Mars dengan menggunakan Pesawat luar angkasa bernama Misbar al-Amal, yang berarti Harapan (Hope). Prestasi ini dianggap monumental. Para ahli memperkirakan kemungkinan keberhasilan memasuki orbit Mars hanya 50%, dan sebagian besar isi ke Mars sebenarnya gagal.

Waktu krusial dalam proses memasuki orbit ini adalah pada 27 menit awal ketika pesawat Hope harus secara dramatis memperlambat kecepatan 100.000 kilometer per jam (kpj) menjadi 18.000 kpj dengan melepaskan enam pendorongnya.


Kegiatan ini menghabiskan setengah dari bahan bakar Hope, agar bisa ditangkap oleh tarikan gravitasi Mars dan masuk ke orbitnya. Operasi ini harus dilakukan dengan presisi sempurna dan taruhannya tinggi.

Hope merupakan misi ke Mars bernilai US$200 juta. Pesawat luar angkasa ini diluncurkan 20 Juli 2020 dari Stasiun Luar Angkasa Tanegashima Jepang. Saat ini mereka akan mempelajari dan mengumpulkan data tentang atmosfer Mars.

Hope juga fenomenal. Proyek ini dirancang dan direncanakan selama enam tahun, sangat cepat. Padahal biasanya butuh waktu setidaknya 10 tahun.

"Tantangan pertama kami adalah merancang misi ke planet lain untuk pertama kalinya," ujar Sarah Al-Amiri pemimpin lembaga antariksa UEA dan juga Menteri Teknologi Maju, seperti dikutip dari CNBC International, Rabu (10/2/2021).

"Itu termasuk memobilisasi tim kami yang telah bekerja di satelit observasi Bumi, tetapi kemudian mengisi dan menjembatani celah tersebut, karena pesawat luar angkasa yang mengorbit Bumi sedikit berbeda dari pesawat luar angkasa yang menuju planet lain."

"Tantangannya bersifat teknis, kami perlu memastikan bahwa pesawat luar angkasa sangat andal untuk perjalanannya, ia mampu berpikir sendiri, bahwa komponen dalam pesawat ruang angkasa dapat beroperasi selama seluruh misi."


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading