Jangan Takut, Vaksinasi Kelompok Berisiko Dilakukan Bertahap

Tech - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
10 February 2021 11:32
Petugas menyuntikkan vaksin COVID-19 produksi Sinovac kepada tenaga kesehatan berusia lanjut saat kegiatan vaksinasi massal dosis pertama di Puskesmas Kecamatan Kramat Jati, Jakarta, Senin (8/2/2021). Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memulai vaksinasi tenaga kesehatan di atas 60 tahun setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan izin penggunaan vaksin tersebut untuk lansia. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menegaskan pemberian vaksin terhadap kelompok berisiko tidak akan dilakukan sekaligus melainkan bertahap.

Hal tersebut dikemukakan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito dalam keterangan resmi, seperti dikutip CNBC Indonesia, Rabu (10/2/2021).

"Pada prinsipnya pemerintah memberikan vaksin pada kelompok berisiko secara bertahap sesuai etika medik," kata Wiku.


Wiku menekankan, pemerintah sedang berupaya untuk mencapai kekebalan komunitas atau herd immunity. Hal ini dapat tercapai paling tidak 70 persen dari total populasi sudah mendapatkan vaksin.

Dalam program vaksinasi Covid-19, pemerintah menargetkan semua orang yang memenuhi kriteria penerima vaksin untuk divaksinasi. Hanya saja untuk waktu pemberiannya berbeda-beda.

Masyarakat, lanjut usia pun masuk dalam kelompok prioritas penerima vaksin Covid-19. Hal ini mengingat laju penambahan pasien meninggal akibat Covid-19 terus bertambah setiap harinya dan lansia merupakan kelompok berisiko tinggi.

Selain itu, dalam persiapan vaksinasi tahap selanjutnya bagi pelayan publik, Indonesia akan memproduksi secara mandiri vaksin Covid-19. PT Bio Farma selaku produsen vaksin Sinovac akan mencukupi pasokan kebutuhan vaksin.

"Dengan demikian, Indonesia dapat memiliki supply vaksin secara mandiri, dan siap menjalankan program vaksinasi bagi pelayan publik setelah vaksinasi bagi tenaga kesehatan selesai dilaksanakan," jelas Wiku.


[Gambas:Video CNBC]

(cha/cha)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading