Tesla Tarik Ribuan Mobil Listrik S & X di China, Ada apa?

Tech - Bramudya Prabowo, CNBC Indonesia
06 February 2021 14:57
Tesla Model S (Foto: www.tesla.com)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menjadi perusahaan otomotif listrik dan penyimpanan energi yang paling dinanti untuk berinvestasi di Tanah Air, Tesla ternyata menemui berbagai masalah pada mobil yang diproduksinya.

Kini, sebanyak 36.126 Tesla model S dan X di China, diajukan untuk dipulangkan kembali (recall) karena terindikasi adanya kegagalan pada layar sentuh yang dibenamkan pada mobil besutan Elon Musk tersebut.

Hal ini diungkapkan sebuah dokumen pengajuan yang dipublikasikan Gasgoo, situs berita perdagangan mobil China, yang dikutip CNBC International, Sabtu (6/2/2021).


Dokumen pengajuan tersebut mengatakan bahwa perusahaan mobil listrik milik Elon Musk ini akan menarik kembali hingga 36.126 kendaraan Model S dan Model X di China karena kegagalan layar sentuh.

Mobil-mobil itu dibuat antara 2013 dan 2018 oleh Tesla di Fremont, California, dan diekspor ke China.

Kendaraan listrik Tesla dilengkapi dengan unit kontrol media, atau MCU (media control unit), yang memberi daya pada layar sentuh tempat si pengemudi melihat dan mengontrol hiburan, navigasi, AC, defrost, dan fitur kendaraan lainnya.

MCU berisi sejumlah prosesor, perangkat memori, dan komponen teknis lainnya. Perangkat memori MCU di beberapa mobil Tesla ternyata diketahui memiliki "siklus tulis" terbatas, yang berarti sistem ini tidak bekerja dengan baik, atau sama sekali, setelah mencapai 3.000 siklus penghapusan program.

Ketika perangkat memori gagal, layar sentuh bisa padam saat mengemudi dan pengguna kehilangan akses ke kontrol yang dibutuhkan untuk merasa aman di jalan atau saat parkir.

Terkadang, si pengemudi dapat melakukan boot ulang pada sistem mereka, tetapi yang lain kehilangan akses ke tampilan dan kontrol layar sentuh sepenuhnya.

Sebelumnya, kejadian ini juga pernah terjadi di AS, di mana Tesla juga menarik kembali 135.000 unit model S dan X, dengan masalah yang serupa, yakni cacat pada layar sentuh kendaraan.

Padahal adanya kegagalan layar sentuh ini menjadi masalah yang krusial, karena banyak indikator kendaraan yang menyangkut keamanan pengendara, diatur dalam layar sentuh, misalnya akses kontrol dan sensor untuk parkir.

Untuk diketahui pula, China sendiri saat ini menjadi pangsa pasar Tesla untuk kategori kendaraan ramah lingkungan, dan menyumbang penjualan 12% di tahun lalu.

Di Jerman, Otoritas Transportasi Motor Federal Jerman, Kraftfahrt-Bundesamt, juga sedang menyelidiki kendaraan Tesla atas gagalnya layar sentuh yang sama.

Musim gugur lalu, Tesla juga menarik kembali hingga 48.442 kendaraan Model S dan X di China karena masalah suspensi dan sekitar 870 kendaraan dengan kemungkinan atap rusak.

Hingga saat ini Tesla tidak segera membalas permintaan komentar dari CNBC International.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading