Tren Melipatgandakan Uang: Berujung Dimakan 'Setan'

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
26 January 2021 13:40
Investasi Bodong

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah kesulitan ekonomi karena pandemi Covid-19, masih ada saja orang jahat yang berusaha mencari kesempatan untuk menawarkan investasi bodong atau melipatgandakan uang.

Salah satu cara yang paling banyak ditemukan adalah tawaran melipatgandakan uang dengan skema investasi berbunga tinggi tak wajar atau tawaran melipatgandakan uang dengan skema mistis.
Meski sudah banyak yang tertipu di mana uang korban di bawa kabur oleh pelaku kejahatan tetapi korban masih saja berjatuhan. Kenapa bisa terjadi?

"Iming-iming keuntungan yang tak wajar masih menarik bagi sebagian orang Indonesia. Modelnya juga makin variatif karena sekarang ada penawaran investasi bodong lewat media sosial," ujar Ekonomi Indef Bhima Yudhistara kepada CNBC Indonesia, Selasa (26/1/2021).


Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah mengungkapkan masih banyaknya orang tertipu penawaran investasi bodong dan pelipatgandaan uang menandakan masih rendahnya literasi keuangan di Indonesia.

"Literasi rendah ditambah lagi kondisi masyarakat yang'greedy' (rakus), 'yang ingin untung cepat'. Karakteristik masyarakat kita juga," ungkapnya.

Berlanjut ke halaman berikutnya >>>

Modus Pelaku Kejahatan Menipu Korban
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading