Gegara Trump Dunia Mulai Alami Kelangkaan Chip, Ini Buktinya!

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
19 January 2021 19:20
FILE PHOTO: A logo of Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC) is seen at its headquarters in Hsinchu, Taiwan October 5, 2017.  REUTERS/Eason Lam/File Photo                       GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD

Jakarta, CNBC Indonesia - Kelangkaan chipset terus menjatuhkan korban baru. Kali ini produsen mobil asal Jerman, Audi akhirnya memutuskan memperlambat produksinya.

CEO Audi, Markus Duesmann menyatakan perusahaannya telah memotong jumlah produksinya mencapai 10 ribu unit pada kuartal pertama di tahun ini. Selain itu Audi juga harus menempatkan 10 ribu pegawai dalam status cuti.

Dengan kejadian ini, Duesmann mengatakan industri produsen mobil sangat terkejut. Apalagi dengan tahun 2020 penjualan mobil mulai dengan start yang buruk, dikutip BBC, Selasa (19/1/2021).


Pekan lalu, induk usaha Audi, Volkswagen juga memutuskan untuk memperlambat produksinya karena kekurangan chipset. Selain itu rival mereka Honda melakukan keputusan yang sama.

Nama-nama perusahaan produsen mobil lain juga terdampak karena kelangkaan chipset, misalnya Mercedes, Daimler, Fiat, Ford, Nissan, Subaru dan Toyota. Perusahaan tersebut harus menghentikan produksi dalam waktu yang belum ditentukan.

Salah satu penyebab kelangkaan ini adalah keputusan presiden AS, Donald Trump. Beberapa waktu lalu, Trump membatasi bisnis produsen chipset asal China yakni Semiconductor Manufacturing International Corporation (SMIC).

Permasalahan SIMC itu membuat para pelaku industri harus memindahkan produksi ke Taiwan Semiconductor Manufacturing Co atau TSMC. Namun perusahaan chipset itu akhirnya kewalahan mendapatkan pemesanan.

Kelangkaan ini dilihat Analis dari CCS Insight, Geoff Blabber karena adanya permintaan tinggi namun pasokan masih terbatas dan sulit dipenuhi. Selain itu juga harus bersaing dengan perangkat lain yang menggunakan chipset juga.

"Bersaing dengan kapasitas manufaktur dengan smartphone, server dan segmen lainnya," ungkapnya.

Kekurangan ini dikatakan perusahaan suku cadang Jerman, Continental, ada dalam skala besar. Waktu tunggunya bisa mencapai enam hingga sembilan bulan.

Continental juga menyebutkan masalah ini akan berdampak besar dan kemungkinan terus berlanjut di masa depan.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading