Heboh AS Klaim Punya Bukti Baru Covid dari Lab Wuhan China

Tech - roy, CNBC Indonesia
19 January 2021 12:20
FILE PHOTO: Central Intelligence Agency (CIA) Director Mike Pompeo testifies during a Senate Intelligence Committee hearing on

Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) mengklaim memiliki bukti baru yang membuktikan virus SARS-CoV-2, asal virus CoVid-19, berasal dari laboratorium Wuhan Institute of Virology (WIV), China.

Hasil pencarian ini ditulis dalam sebuah artikel berjudul Fact Sheet: Activity at the Wuhan Institute of Virology yang diungguh di situs Departemen Luar Negeri AS pada tanggal 15 Januari 2021.

Dokumen itu mengungkap para ilmuwan di Wuhan jatuh sakit dengan gejala yang mirip dengan Covid-19 pada musim gugur 2019, beberapa bulan sebelum pandemi melandai dunia.


Atas temuan tersebut, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mendesak World Health Organization (WHO) untuk melakukan penyelidikan kemungkinan adanya kebocoran laboratorium "tidak disengaja".

"Data itu menimbulkan pertanyaan tentang kredibilitas klaim peneliti senior Wuhan Institute of Virology, Shi Zhengli bahwa tidak ada 'infeksi' SARS-CoV-2 atau SARS di antara staf laboratorium dan mahasiswa," ungkap Mike Pompeo seperti dikutip dari The Sun, Senin (19/1/2021).

Pompeo menambahkan SARS-CoV-2 merupakan virus alami yang secara tidak sengaja lolos dari laboratorium, bukan virus buatan manusia yang disengaja.

Sebuah dokumen singkat dari Departemen Luar Negeri berbunyi: "Infeksi yang tidak disengaja di laboratorium telah menyebabkan beberapa wabah virus sebelumnya di China dan di tempat lain, termasuk wabah SARS tahun 2004 di Beijing yang menginfeksi sembilan orang, menewaskan satu orang."

Laporan itu juga menunjukkan para peneliti di sana telah bekerja dengan virus corona kelelawar yang dikenal sebagai RaTG13, yang secara genetik mirip 96,2% dengan virus penyebab Covid.

Pompeo juga mengklaim bahwa lab tersebut memiliki hubungan dengan militer. "WIV telah terlibat dalam penelitian rahasia, termasuk percobaan hewan laboratorium, atas nama militer China setidaknya sejak 2017," tambahnya. Mantan kepala CIA ini juga ingin Beijing mengizinkan tim peneliti WHO mengakses lab Wuhan.

Departemen Luar Negeri mengatakan: "Penyelidik WHO harus memiliki akses ke catatan pekerjaan WIV pada kelelawar dan virus corona lainnya sebelum wabah Covid-19."

Informasi saja, Pemerintah Trump memang ngotot menyebut virus Covid-19 berasal dari laboratorium Wuhan. Namun klaim ini selalu dibantah oleh pemerintah China.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading