Menlu Jerman: Usai Divaksin Covid Harusnya Boleh ke Restoran

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
18 January 2021 14:22
Petugas medis menyuntikan vaksin Covid-19 Sinovac kepada tenaga medis di Rumah Sakit Siloam, Jakarta (14/1/2021). Vaksinasi tahap awal akan menargetkan 1,48 juta Nakes yang di jadwalkan berlangsung Januari 2021. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Luar Negeri Jerman, Heiko Maas menginginkan masyarakat yang sudah divaksin Covid-19 harusnya boleh bepergian seperti ke restoran dan bioskop ketimbang yang belum divaksin. Menurutnya negara telah secara masif melakukan pembatasan hak-hak dasar pada masyarakat.

Menurutnya, sejauh ini belum ada klarifikasi jika ada orang yang divaksin dapat menginfeksi orang lain.

"Orang yang divaksinasi tidak lagi mengambil ventilator dari orang lain. Ini memutuskan setidaknya satu alasan untuk membatasi hak fundamental," kata Heiko Maas, dikutip Reuters, Senin (18/1/2021).


Selain itu dia juga menyoroti para pelaku bisnis, yang menurutnya memiliki hak membuka bisnis di beberapa titik. Heiko Maas menyebutkan jika hanya ada orang yang telah divaksin di tempat seperti itu seharusnya mereka tidak lagi membahayakan satu sama lain.

Komentarnya memang cukup berbeda dengan para menteri lain di Jerman. Mereka menentang hak khusus bagi warga yang sudah divaksin sebab dapat menimbulkan ketidaksetaraan pada masyarakat karena tidak semua orang punya kesempatan disuntik vaksin.

Juru bicara kementerian Kehakiman menyebutkan tidak mungkin memberlakukan hal tersebut. Sebab sampai hari ini belum ada bukti jika vaksinasi bisa mencegah penularan virus.

Hal yang sama juga diungkapkan juru bicara Kementerian Kesehatan. Sementara itu, Juru Bicara kesehatan untuk Free Democrats di parlemen Jerman, Andrew Ullmann mengatakan hak khusus bisa dibicarakan apabila program vaksinasi sudah meluas.

Sebagai informasi, Robert Koch Institute untuk penyakit menular menyampaikan hingga pekan lalu ada 1 juta orang di Jerman telah mendapatkan vaksin Covid-19.

Jerman juga melakukan perpanjangan lockdown hingga setidaknya akhir Januari mendatang. Kanselir Angela Merkel juga mengajukan pertemuan dengan pemimpin regional membahas pembatasan akibat pandemi yang jauh lebih ketat lagi.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading