Bos Airbnb: Traveling Tak akan Kembali Seperti Sebelum Corona

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
15 January 2021 13:53
Brian Chesky, CEO and co-founder Airbnb/Mike Segar | Reuters

Jakarta, CNBC Indonesia - Salah satu industri paling terdampak, travel kemungkinan tidak akan kembali normal seperti sebelum pandemi. Diungkapkan CEO Airbnb, Brian Chesky, masyarakat dunia tidak akan lagi bepergian ke tujuan wisata dunia lainnya.

Sebagai gantinya, mereka akan pergi ke ribuan kota kecil dan juga menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengunjungi teman serta keluarga. Bepergian pun akan dalam jarak dekat dan ke komunitas kecil.

"(Wisatawan) akan merindukan apa yang diambil dari mereka. Mereka tidak ingin melihat Times Square. Apa yang diinginkan adalah melihat teman dan keluarga yang sudah tidak bertemu beberapa waktu lalu," kata Chesky dikutip Reuters, Jumat (15/1/2021).


Airbnb juga mendapatkan dampak besar di awal pandemi lalu. Bisnisnya harus merosot mencapai 80% hanya dalam waktu delapan minggu saja.

Namun kebijakan sejumlah negara untuk melakukan lockdown wilayahnya membuat banyak masyarakat memilih staycation dengan memesan rumah dibanding hotel. Keputusan ini juga membantu meningkatkan keuntungan Airbnb.

Airbnb mendapatkan keuntungan dari masyarakat yang ingin menyewa rumah dengan lokasi jauh dari kota besar.

Sejak IPO Desember lalu, perusahaan itu juga merasakan nilai sahamnya berlipat ganda. Saham Airbnb naik 10% hingga nilai tertingginya pada Kamis lalu yakni US$187,42.

Sementara itu Chesky juga mengomentari kebijakan Airbnb pada saat inagurasi Presiden terpilih AS, Joe Biden minggu depan. Platform itu memutuskan membatalkan sejumlah reservasi penginapan di area Washington DC.

Keputusan tersebut didasari adanya peringatan dari otoritas hukum setempat akan adanya ancaman dari milisi bersenjata. Chesky juga menyatakan tidak ingin platformnya digunakan untuk melakukan kekerasan.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading