Airbnb Berhenti Operasi di China, Sepi Peminat?

Tech - Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
24 May 2022 14:05
FILE PHOTO: The Airbnb logo is seen on a little mini pyramid under the glass Pyramid of the Louvre museum in Paris, France, March 12, 2019. REUTERS/Charles Platiau/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Airbnb dikabarkan akan menutup bisnisnya di China. Hal tersebut diungkap oleh sumber yang mengetahui masalah tersebut kepada CNBC Internasional.

Airbnb berencana untuk memberitahu karyawan di negara itu pada Selasa pagi waktu Beijing. Seluruh listing penginapan dan aktivitas di di China daratan akan dihapus pada musim panas ini.

Hadir di China sejak 2016., Airbnb terus berhadapan dengan kompetisi yang ketat dengan pemain lokal. Sumber CNBC Internasional mengatakan bahwa konsumen China menilai Airbnb mahal dan susah untuk dioperasikan. Belum lagi, gelombang pandemi yang memperburuk masalah ini dan meningkatkan dampaknya.


Meskipun menggunakan branding dalam negeri dan menempatkan salah satu pendiri Airbnb, Nathan Blecharczyk, sebagai pemimpin, China hanya menyumbangkan sekitar 1% dari pendapatan global perusahaan selama beberapa tahun terakhir.

Daripada menyediakan akomodasi di China, perjalanan penduduk China ke luar negeri adalah peluang yang lebih besar bagi Airbnb. Perusahaan akan kembali fokus pada penyediaan bagi para pelancong Negeri Tiongkok yang pergi ke luar negeri.

Meski menutup operasi di China, Airbnb akan mempertahankan kantor di Beijing dengan ratusan karyawan.

Saham Airnbnb telah jatuh lebih dari 30% tahun ini, di tengah aksi jual yang lebih luas di saham teknologi. Namun, masih diperdagangkan jauh di atas harga IPO 2020 sebesar US$68.

Airbnb berjuang di masa-masa awal pandemi Covid-19 dengan memberhentikan sekitar 25% stafnya pada Mei 2020, kemudian go public pada November di tahun yang sama.

Dalam prospektus IPO-nya, perusahaan menyebutkan bahwa mereka menggunakan program pembersihan berebda di China untuk mencegah penularan Covid-19, bukan proses pembersihan lima langkah yang diterapkannya sebagai standar di seluruh dunia.

Sebagian bisnis telah pulih dan orang-orang mulai bepergian lagi. Namun bisnis China jauh lebih lambat untuk pulih, karena negara itu secara berkala mengalami lockdown karena adanya gelombang infeksi Covid-19.

Airbnb tidak segera merespons permintaan komentar atas kabar ini.


[Gambas:Video CNBC]

(Intan Rakhmayanti Dewi/dem)
Terpopuler
    spinner loading
Artikel Terkait
Features
    spinner loading