Internasional

Heboh! Trump Disebut Mau Mundur di Situs Kemlu AS

Tech - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
13 January 2021 14:25
With the Washington Monument in the background, people attend a rally in support of President Donald Trump on Wednesday, Jan. 6, 2021, in Washington. (AP Photo/Jose Luis Magana)

Jakarta, CNBC Indonesia - Santer beredar kabar bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan mundur per 11 Januari lalu. Kabar ini dimuat dalam website Kementerian Luar Negeri AS.

Melansir Newsweek, dalam kolom biografi Presiden Trump di situs resmi Kementerian Luar Negeri, tercatat Trump mengakhiri masa jabatanya pada 11 Januari pukul 19.49. Unggahan itu pun sempat membuat heboh dunia maya. Di Twitter misalnya, tagar #TrumpResign menghiasi trending setelah info itu tersebar kemana-mana.


Namun setelah ditelusuri, informasi tersebut ternyata tidak benar. Mengutip dari Sky News, Kemenlu AS menyatakan bahwa website mereka sedang down sehingga informasi mengenai masa jabatan Trump terhenti.

Setelah peristiwa itu, beredar kabar bahwa hal ini dilakukan oleh "orang dalam" Kemenlu AS yang tidak puas. Menurut sumber yang diperoleh Associated Press, mereka menuturkan bahwa ulah si pegawai yang "tidak puas" tak boleh dikesampingkan, mereka saat ini belum menemukan kesimpulan apa pun.

Selain Trump, unggahan serupa juga muncul di laman Wakil Presiden Mike Pence. Ia juga disebutkan juga ikut mundur pada 11 Januari.

Sebelumnya gelombang permintaan publik agar Trump mundur telah bergulir cukup kencang. Hal ini dilandasi oleh kejadian penyerbuan gedung parlemen Capitol AS 6 Januari lalu oleh massa pendukung Trump.

Ini terjadi setelah presiden yang juga raja properti itu menyatakan di depan suporternya bahwa ia tidak dapat menerima hasil pemilu dan mengatakan rivalnya Joe Biden telah melakukan kecurangan. Pada saat itu Parlemen sedang bersidang untuk mengesahkan kemenangan Biden.

Selain publik, DPR AS juga sedang menggulirkan wacana pemakzulan Trump. Petisi ini diajukan Oleh Partai Demokrat dan telah disetujui pula oleh empat anggota DPR dari Partai Republik, partai di mana Trump bernaung untuk maju di pemilu AS.

Trump dirasa telah memanas-manasi pendukungnya untuk menolak kemenangan Biden yang ia nyatakan curang. Namun kecurangan itu belum terbukti hingga sekarang.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading