Internasional

Ini Alasan Twitter Tutup Akun Trump, Ada Makar 17 Januari?

Tech - tahir saleh, CNBC Indonesia
10 January 2021 07:55
A woman holds a cut out of President Donald Trump's face Wednesday, Jan. 6, 2021, in Washington, at a rally in support of President Donald Trump called the

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan Platform media sosial Twitter memutuskan untuk menutup secara permanen akun Presiden Donald Trump @realDonaldTrump setelah perusahaan asal California itu merasa Trump banyak melanggarkan ketentuan-ketentuan yang ada di dalamnya.

Twitter secara permanen menangguhkan akun Presiden Donald Trump pada Jumat. Perusahaan tersebut mengatakan dalam sebuah tweet bahwa mereka membuat keputusan itu "karena risiko hasutan [massa] lebih lanjut untuk [mengarah pada aksi] kekerasan."






Selain itu, Twitter mengatakan pihaknya khawatir cuitan terbaru Trump bisa ditafsirkan sebagai dukungan bagi para pendemo yang akan bersikap rusuh dan munculnya kekhawatiran rencana protes bersenjata akan terjadi jelang pelantikan Joe Biden 20 Januari 2021 menjadi Presiden AS terpilih.

Twitter menegaskan, ada kabar gerakan massa di dalam maupun di luar platform, termasuk serangan yang diusulkan di Gedung Capitol AS, dan gedung DPR negara bagian pada 17 Januari mendatang.

Trump tidak dapat lagi mengakses akunnya dan mencuit serta gambar profilnya juga telah dihapus. Trump memiliki 88,7 juta pengikut sebelum penangguhannya. Sementara itu, akun institusi seperti @POTUS dan @WhiteHouse masih aktif.

Trump kemudian men-cuit pernyataan dari akun @POTUS sebelum akhirnya dihapus. Jumat malam, pernyataan yang sama dibagikan oleh akun Twitter kampanye Trump sebelum seluruh akun itu secara permanen ditutup.

"Seperti yang telah kami katakan, menggunakan akun lain untuk mencoba menghindari penangguhan itu melanggar aturan kami," kata juru bicara Twitter dalam sebuah pernyataan.

Twitter mengatakan tidak akan menangguhkan akun intuitif seperti @POTUS kecuali untuk menghindari bahaya di dunia nyata, tetapi hal itu dapat membatasi kemampuan akun tersebut.

Dalam pernyataan Trump, dia menuduh karyawan Twitter telah "berkoordinasi dengan Partai Demokrat dan Radikal Kiri dalam menghapus akun saya dari platform mereka, untuk membungkam saya - dan ANDA, 75.000.000 patriot hebat yang memilih saya. Twitter mungkin adalah perusahaan swasta, tetapi tanpa pemberian Pemerintah atas Bagian 230, mereka tidak akan bertahan lama. "

Trump mengacu pada Bagian 230 Undang-Undang Kepatutan Komunikasi, undang-undang yang melindungi platform teknologi dari tanggung jawab hukum atas pos pengguna mereka dan untuk memoderasinya.

Akun kampanye Trump juga membagikan gambar logo Twitter yang biasanya berwarna biru dengan warna merah dengan palu dan arit kuning, simbol yang terkait dengan komunisme

Dikutip CNBC International, Sabtu (9/1/2021) keputusan Twitter itu datang setelah Facebook melakukan hal serupa dengan memperpanjang penangguhan 24 jam awal menjadi yang tidak terbatas yang menurut CEO Mark Zuckerberg akan berlangsung setidaknya sampai akhir masa jabatan Trump.

Sebelumnya akun Trump sempat diblokir Twitter pada 6 Januari saat kerusuhan terjadi di mana para pendukungnya menyerbu gedung Capitol AS saat anggota parlemen melanjutkan sidang pengesahan hasil penghitungan suara Electoral pada pemilu 3 November lalu.

Akibatnya anggota parlemen dan bahkan mantan sekutu Trump mengkritik Presiden asal New York itu karena mendorong para pendukungnya untuk menolak hasil pemilu dan melakukan protes di Capitol. Namun beberapa saat kemudian kongres tetap mengesahkan kemenangan Biden secara aklamasi.

Saat kerusuhan terjadi, Trump mencuitkan pesan yang mendorong aksi non-kekerasan sambil merilis pesan video yang menegaskan kembali klaimnya yang tidak berdasar bahwa pemilu itu dicuri darinya dan mengatakan kepada perusuh "kami mencintaimu."

Twitter awalnya hanya memblokir beberapa cuitan Trump dari tampilan publik pada hari Rabu dan mengharuskannya untuk menghapus cuitan tersebut untuk mendapatkan kembali akses ke akunnya.

Setelah penghapusan, akunnya terkunci selama 12 jam. Namun, Twitter memperingatkan, pelanggaran kebijakan di masa depan akan mengakibatkan penangguhan permanen akun Trump.

Dalam tweet pertamanya setelah kembali ke Twitter pada 7 Januari, Trump memposting pesan video yang mendesak ketenangan dan memberikan hal yang paling dekat dengan pidato konsesi yang dia miliki, mengatakan akan ada transisi ke pemerintahan baru. Namun, dia mengatakan kepada pendukungnya, "perjalanan luar biasa kami baru saja dimulai."

Trump memang dikenal sering memanas-manasi pendukung setianya di Twitter bahwa kekalahannya dengan Joe Biden November lalu adalah sebuah kecurangan besar.

Bahkan melalui Twitter pula Trump mengajak para pendukungnya untuk menyelenggarakan demo besar-besaran pada Rabu (6/1/2021) lalu. Namun seluruh klaim calon presiden dari Partai Republik itu belum ada yang terbukti di pengadilan.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading