Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bio Farma (Persero) mulai mendistribusikan vaksin Covid-19 ke 34 provinsi di Indonesia mulai pekan ini, dimulai pada 3 hingga 6 Januari 2021 nanti. Vaksin yang didistribusikan ini merupakan vaksin jadi yang didatangkan dari China pada 7 Desember 2020 lalu.
Head Of Corporate Communications Bio Farma Iwan Setiawan mengatakan meski distribusi telah dilakukan, namun proses vaksinasi tetap baru akan dilakukan ketika izin penggunaan darurat (emergency use authorization/EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dirilis.
"Mohon untuk dipahami bahwa meskipun vaksin sudah didistribusikan, akan tetapi penggunaan vaksin/vaksinasi menunggu Izin Penggunaan Darurat/EUA dari BPOM," kata Iwan dalam keterangan resminya, Senin (4/1/2021).
Dalam dua hari ini, yakni pada 3 dan 4 Januari 2021 jumlah vaksin yang telah didistribusikan jumlahnya mencapai 714.240 vial ke 32 provinsi di Indonesia. Dengan rincian 401.240 vial ke 14 provinsi pada 3 Januari dan 313.000 vial ke 18 provinsi pada 4 Januari 2021.
Sedangkan dua provinsi lainnya yakni Sulawesi Barat pada 5 Januari 2021 dan Jawa Barat akan dikirimkan vaksin pada 6 Januari 2021.
Berikut daftar vaksin Covid-19 yang telah disebarkan ke 32 provinsi. Patut diingat butuh dua vial untuk disuntikkan ke tubuh agar vaksin Sinovac bekerja optimal dalam melawan virus Covid-19:
Foto: Daftar daerah yang telah dikirimkan Vaksin Sinovac (doc Bio Farma diolah CNBC Indonesia) |
Informasi saja, saat ini Indonesia sudah memiliki 3 juta vaksin Covid-19 jadi buatan Sinovac. Vaksin ini datang dalam dua tahap. Pada 7 Desember 2021 sebanyak 1,2 juta dosis dan 1,8 juta dosis datang pada 31 Desember 2021.
Berdasarkan persentasi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, vaksin tahap awal akan diberikan kepada 1,3 juta tenaga kesehatan yang tersebar di 34 provinsi.
Berikut daftarnya: