India Setujui Penggunaan Darurat Vaksin AstraZeneca

Tech - Wilda Asmarini, CNBC Indonesia
03 January 2021 06:30
infografis, Tahapan Vaksinasi Covid-19

Jakarta, CNBC Indonesia - Para ahli di regulator obat India telah merekomendasikan persetujuan penggunaan darurat untuk vaksin AstraZeneca/ Oxford dan vaksin lainnya yang dikembangkan oleh perusahaan lokal, Bharat Biotech dan badan penelitian yang dikelola negara.

Seorang menteri di pemerintahan India sebelumnya mengatakan bahwa vaksin AstraZeneca/ Oxford telah diberi lampu hijau pada Jumat, membuka jalan bagi kampanye imunisasi besar-besaran di negara terpadat kedua di dunia ini, seperti dikutip dari Reuters.

Pemerintah mengatakan keputusan akhir pada dua vaksin akan dibuat oleh Kepala Organisasi Pusat Pengendalian Standar Obat (CDSCO), pada hari Minggu ini. Proses persetujuan akhir diharapkan bisa menjadi formalitas mengingat urgensi vaksin di negara dengan jumlah infeksi Covid-19 tertinggi di dunia setelah Amerika Serikat.


Vaksin lain, yang dikenal sebagai COVAXIN, telah dikembangkan secara lokal oleh Bharat Biotech dan Dewan Riset Medis India yang dikelola pemerintah. Mengutip sumber, Reuters melaporkan pada hari Jumat bahwa vaksin itu dapat disetujui, meskipun sedikit yang diketahui tentang hasil uji klinisnya.

"Pemberian izin untuk penggunaan terbatas dalam situasi darurat untuk kepentingan publik sebagai tindakan pencegahan, dalam mode uji klinis, khususnya dalam konteks infeksi oleh strain mutan," pemerintah mengutip rekomendasi para ahli untuk COVAXIN, mengacu pada strain baru virus yang pertama kali terdeteksi di Inggris.

Untuk vaksin AstraZeneca/ Oxford, persetujuannya "tergantung pada beberapa persyaratan yang diatur", katanya, tanpa memberikan rincian.

Menteri Informasi dan Penyiaran Prakash Javadekar mengatakan kepada wartawan sebelumnya bahwa dua vaksin lain sedang menunggu untuk disetujui yaitu ZyCoV-D Zydus Cadila dan Sputnik V Rusia yang keduanya sedang dilakukan pengujian di India.

"India mungkin satu-satunya negara di mana empat vaksin sedang disiapkan," katanya.

"Satu disetujui kemarin untuk penggunaan darurat, Serum's COVISHIELD," katanya, mengacu pada fakta bahwa suntikan AstraZeneca/ Oxford dilakukan secara lokal oleh Serum Institute of India (SII).

CDSCO diharapkan untuk mengumumkan dosis dan detail lainnya tentang suntikan ini nanti. SII telah diterapkan untuk dua dosis penuh dengan jarak sekitar 28 hari.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading