Rekor Baru Matahari Buatan Korea, Nyala Lebih Lama dari China

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
28 December 2020 14:52
Penelitian Tingkat Lanjut Tokamak Superkonduktor Korea (KSTAR)

Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah China, Korea Selatan unjuk kemampuan matahari buatannya. Korea Superconducting Tokamak Advanced Research (KSTAR) dilaporkan telah mendapatkan rekor baru dengan operasional terlama yakni 100 juta derajat celcius selama 20 detik.

Capaian tersebut meningkat dari sebelumnya hanya 8 detik saja pada 2019. KSTAR pertama kali mencapai suhu 100 derajat celcius tahun 2018 lalu.

Direktur Pusat Penelitian KSTAR di KFE, Si Woo Yoon menjelaskan jika kunci keberhasilan itu adalah teknologi dari operasi jangka panjang 100 juta plasma.


"Plasma selama 20 detik menjadi titik balik penting dari mengamankan teknologi untuk operasional kinerja panjang plasma, komponen penting reaktor fusi nuklir komersial di masa depan," ungkap Yoon dikutip Digital Trends, Senin (28/12/2020).

KSTAR sendiri merupakan perangkat untuk membuat fusi yang serupa seperti matahari kita. Disebut perangkat peneliti fusi nuklir superkonduktor akan membuat energi magnet fusi bisa dipelajari.

Konsepnya adalah fusi bisa digunakan untuk sumber daya dan tetap aman menggunakan medan magnet.

Dengan rekor baru ini dimungkinkan untuk meningkatkan mode Internal Transport Barrier (ITB), mode yang baru dikembangkan untuk plasma bisa bertahan dalam periode lama.

"Kesuksesan eksperimen KSTAR pada suhu yang tinggi dan lama dengan mengatasi kelemahan ITB membawa kita lebih dekat untuk pengembangan teknologi realisasi energi fusi nuklir," kata profesor Departemen Teknik Nuklir SNU, Yong Su Na.

Sebagai informasi, China juga telah memiliki matahari buatan HL-2M Tokamak. Sejauh ini perangkat itu hanya bisa mengalir arus listrik dua hingga tiga mega amper dan dapat menyala beberapa detik saja.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading