Berapa Gaji Astronot? Bisa Rp 2 M Setahun

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
22 December 2020 17:58
SpaceX Luncurkan 4 Astronot ke Stasiun Luar Angkasa. (AP/John Raoux)

Jakarta, CNBC Indonesia - Astronot merupakan salah satu profesi yang banyak diimpikan anak-anak di seluruh dunia karena bisa terbang ke luar negeri untuk melihat bintang-bintang dan benda-benda luar angkasa.

Salah satu pertanyaan yang paling sering ditanyakan adalah berapa gaji seorang astronot. Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) punya jawaban akan itu. Astronot NASA digaji berdasarkan tingkatannya yang mengacu pada The Federal Government General Schedule (GS).

GS adalah skala gaji untuk karyawan federal untuk posisi profesional, teknis, administratif. Sistem ini memiliki 15 tingkatan, dari GS-1 level terendah dan tertinggi GS-15.


GS-3 atau GS-4: biasanya magang. GS-5 hingga GS-7: sebagian besar posisi entry level. GS-8 hingga GS-12: Posisi level menengah. GS-13 hingga GS-15: posisi pengawasan tingkat atas. Adapun di atasnya posisi Senior Executive Service.

Menurut NASA seorang astronot akan berada di level GS-12 dengan penghasilan US$65.140 per tahun atau setara Rp 911, 96 juta (asumsi Rp 14.000/US$). Sementara Astronot berposisi GS-13 bergaji US$100.701 per tahun atau setara Rp 1,41 miliar.

Jika astronot memiliki pendidikan yang mumpuni dengan pengalaman bertahun-tahun gajinya bisa lebih besar lagi. Astronot yang berada pada level GS-15 bisa bergaji US$142.000 atau setara Rp 2 miliar setahun, seperti dikutip dari International Business Times atau IBTimes, Rabu (22/12/2020).

Patut dicatat tidak semua orang bisa menjadi astronot. Selain memiliki fisik yang bugar, mereka harus bergelar sarjana sains, teknik, atau matematika atau memiliki pengalaman menerbangkan jet selama 1.00 jam, menurut laporan Business Insider.

Selain itu mereka juga harus memiliki kematangan emosi karena pekerjaan ini berisiko tinggi dan menghabiskan waktu lama jauh dari orang yang dicintai.


(roy/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading