Facebook Lagi Banyak Kasus, Kini Diajak 'Ribut' Australia

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
16 December 2020 19:50
A 3D-printed Facebook logo are seen in front of displayed binary digits in this illustration taken, March 18, 2018. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration

Jakarta, CNBC Indonesia - Raksasa media sosial Facebook sedang jadi banyak incaran dan kasus hukum. Kali ini oleh Australia, yang menuntut raksasa media sosial itu telah mengumpulkan data pengguna tanpa izin.

Sebelumnya Federal Trade Comission (FTC) dan gabungan jaksa agung dari 48 negara bagian dan teritori mengajukan dua tuntutan hukum secara terpisah ke Facebook pada Rabu (9/12/2020) waktu setempat. Raksasa media sosial ini dituding anti persaingan dan lakukan monopoli dengan target memaksa Facebook untuk menjual Instagram dan WhatsApp.

Kini Komisi Persaingan dan Konsumen Australia atau ACCC selain menggugat, juga menjatuhkan denda yang tidak ditentukan. Alasannya karena Facebook telah mempromosikan jaringan pribadi virtual sebagai cara untuk pengguna bisa memproteksi data mereka, namun di sisi lain perusahaan menggunakan informasi untuk memilih target dalam iklan.


Ketua ACCC, Rod Sims menyatakan jika gugatan itu memang terkait dengan tuntutan Komisi Perdagangan Federal (FTC) Amerika Serikat yang diajukan minggu lalu. Namun menurutnya berbeda secara konteks.

"Mereka melihat dari masalah kompetisi. Kami melihat dari konsumen," kata dia, dikutip Reuters, Rabu (16/12/2020).

Juru Bicara Facebook menyatakan jika pihaknya selalu terbuka soal informasi apa saja yang dikumpulkan perusahaannya. Dia menambahkan perusahaan akan meninjau gugatan ACCC itu.

"Kami akan meninjau pengajuan oleh ACCC dan akan terus mempertahankan posisi kami dalam merespon tuntutan," ujar juru bicara tersebut.

Minggu lalu, FTC meminta Facebook dibubarkan. Lembaga itu ingin pengadilan Federal memaksa perusahaan itu menjual anak perusahaan yakni Instagram dan WhatsApp.

FTC menilai jika Facebook mempertahankan posisi monopoli nya dengan membeli perusahaan pesaingnya. Seperti diketahui Instagram diakusisi 2012 dan dua tahun kemudian giliran WhatsApp yang dibeli.

Namun Facebook menyatakan jika pemerintah dalam hal ini FTC tahu soal pembelian dua perusahaan itu. COO Sheryl Sandberg menyatakan sangat mengerikan tuntutan itu juga hadir dari pihak yang sama.

"Akuisisi itu sudah jelas dan jika kamu membeli perusahaan, dan delapan tahun, 10 tahun kemudian pemerintah bisa membersihkan dan melepaskannnya, itu akan menjadi masalah mengerikan untuk bisnis di Amerika, kita tidak bisa berkompetisi di seluruh dunia," kata Sandberg.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading