Dag..Dig..Dug.. Nasib Dana China Rp 56 T di Startup India

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
11 December 2020 18:17
Great Wall, China

Jakarta, CNBC Indonesia - China dan India tidak dalam hubungan terbaiknya tahun ini. Perang di sektor teknologi juga diperlihatkan dua negara dan nampaknya akan berdampak pada investasi China.

Perusahaan teknologi China diketahui berinvestasi cukup besar di startup India. Menurut laporan Gateway House dikutip CNN, Jumat (11/12/2020), uang yang mengalir mencapai US$4 miliar atau setara Rp 56 triliun (asumsi Rp 14.000/US$) sejak 2015 lalu.

Namun aturan pengetatan investasi asing di India bisa merusak investasi itu dan China kesulitan memanfaatkan boomingnya internet di sana.


Pada April, pemerintah India memberikan isyarat untuk mengambil langkah mengekang pengaruh China. Investasi dari negara yang berbatasan langsung dengan India akan diperiksa dengan lebih cermat.

Lalu pada Juni lalu pemerintah di bagian barat India, Maharashtra menghentikan sejumlah kerja sama yang dipimpin perusahaan China.

"(langkah itu) menunjukkan ketinggian India untuk mengontrol investasi China dan aset ke negara itu," kata kepala Asia Selatan untuk think tank Albright Stonebridge Group, Sukanti Ghosh.

Iklim yang tak baik ini juga membuat afiliasi Alibaba, Ant Group dikabarkan sedang memikirkan untuk menjual 30% saham di One 97. Perusahaan itu merupakan induk usaha dari raksasa e-wallet India bernama Paytm.

Kedua perusahaan langsung membantah kabar itu. Pihak Paytm menyatakan jika ceritanya salah dan menyesatkan.

"Tidak ada diskusi dengan pemegang saham utama kami, atau rencana menjual saham mereka atau menjadi pemegang saham pengendali," ungkap juru bicara Paytm.

Jika di masa depan Ant ataupun perusahaan teknologi China lain melepaskan diri akibat ketegangan politik dua negara, India kemungkinan bisa merugi dan kehilangan teknologi ke depan.

Co founder Center for Innovating the Future, Abishur Prakash mengatakan jika dalam jangka pendek India akan kehilangan banyak salah satunya karena Tencent merupakan investor strategis di startup negara tersebut. Serta Xiaomi telah menginvestasikan US$500 juta dalam satu tahun untuk India.

"Jelas, perusahaan teknologi China banyak memompa uang ke ekonomi India," kata dia.


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading