Masayoshi Son Beraksi: Ubah Investasi Rp 9,5 T Jadi Rp 164 T

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
10 December 2020 14:23
In this Oct. 8, 2019 photo, a person walks by a SoftBank shop in Tokyo. Japanese technology company SoftBank Group Corp. racked up a loss of 961.6 billion yen ($9 billion) for the fiscal year through March, on red ink related to its Vision Fund investments, including troubled office space-sharing venture WeWork. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Jakarta, CNBC Indonesia - Masayoshi Son dan SoftBank Vision mempertontonkan kemampuan dalam berinvestasi di startup. Hal ini terlihat di DoorDash. Startup pengiriman makanan mencatatkan saham perdana (IPO) di New York Stock Exchange, kemarin (9/12/2020).

SoftBank berinvestasi di DoorDash dalam pendanaan seri D,F,G dan H perusahaan dengan total suntikan dana US$680 juta atau setara Rp 9,52 triliun (asumsi Rp 14.000/US$). Pada perdagangan perdana, saham DoorDash ditutup di US$182 per saham, nilai saham SoftBank jadi US$11,7 miliar (Rp 163,8 triliun), melonjak 17 kali lipat dari total investasi awal.

Ketika pertama kali menyuntikkan dana ke DoorDash, SoftBank menguasai 5,5% saham perusahaan dengan suntikan US$280 juta. Kini, SoftBank menguasai 20% saham perusahaan dan Sequoia 16%, seperti dikutip dari CNBC International, Kamis (10/12/2020).


DoorDash didirikan pada 2013 silam dan menjadi saingan ketat dari GrubHub dan Uber di Amerika Serikat. Bisnis pengantaran makanan tumbuh signifikan tahun ini gara-gara pandemi Covid-19.

Pada Sembilan bulan pertama 2020, DoorDash menghasilkan pendapatan US$1,9 miliar. Angka ini meningkat lebih dari tiga kali lipat dari periode yang sama tahun sebelumnya senilai US$587 juta. Perusahaan masih mencatatkan rugi bersih US$149 juta membaik dari rugi bersih US$533 juta.

Manajemen DoorDash mengklaim sebanyak 390 ribu merchant di AS menggunakan aplikasi mereka untuk mengantarkan pesanan makanan. Perusahaan mengenakan fee di atas 15% untuk jasa yang mereka berikan.

Hasil menggembirakan ini mengurangi tekanan pada SoftBank yang sering diserang karena terlalu loyal berinvestasi pada startup. Hal ini juga menutupi kegagalan mereka mendapatkan US$27 miliar dari penjualan saham Slack ke Salesforce minggu depan.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading