Dunia Berebut Order Vaksin Covid-19, Indonesia Bagaimana?

Tech - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
10 December 2020 13:55
A Russian medical worker prepares a shot of Russia's Sputnik V coronavirus vaccine in Moscow, Russia, Saturday, Dec. 5, 2020. Thousands of doctors, teachers and others in high-risk groups have signed up for COVID-19 vaccinations in Moscow starting Saturday, a precursor to a sweeping Russia-wide immunization effort. (AP Photo/Pavel Golovkin)

Jakarta, CNBC Indonesia - Seluruh negara di dunia sedang berusaha mengamankan pasokan vaksin untuk sesegera mungkin mengakhir pandemi Covid-19. Bagaimana dengan Indonesia?

Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin mengatakan ada 107 juta jiwa penduduk Indonesia yang akan divaksin. BUMN sendiri ditugaskan untuk mengamankan vaksin Covid-19 untuk peserta mandiri yang berjumlah 75 juta orang.

Karena kebanyakan vaksin Covid-19 membutuhkan dua dosis vaksin per orang maka BUMN harus mengamankan pasokan vaksin sebanyak 150 juta dosis.


Pemerintah sendiri telah memesan sebanyak 155,5 juta dosis vaksin. Meliputi, vaksin Sinovac sebanyak 125,5 juta dosis dan vaksin Novavax 30 juta dosis.

Di luar pesanan (firm order) tersebut, pemerintah juga mempunyai potensi pengadaan vaksin sebanyak 116 juta dosis. Terdiri dari vaksin Pfizer potensinya sebanyak 50 juta dosis, AstraZeneca 50 juta dosis, dan Covax atau Gavi 16 juta dosis.

Budi memastikan total vaksin covid-19 yang sudah dipesan maupun akan dipesan tersebut melebihi kebutuhan vaksin di Indonesia.

"Sehingga, totalnya firm order dan potensi yang sudah kami persiapkan untuk tahun depan sudah ada 271 juta dosis vaksin. Ini sedikit di atas 246 juta dosis vaksin yang dibutuhkan," jelas Budi Gunadi Sadikin dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, Kamis (10/12/2020).

Budi Gunadi menambahkan vaksin yang dipesan tersebut masuk dalam daftar vaksin World Health Organization (WHO) dan sudah masuk uji klinis tahap akhir. bahkan beberapa di antaranya sudah dalam tahap menunggu izin penggunaan darurat di daerah masih-masing.

"Sekarang terjadi rebutan order [vaksin] tapi sampai sekarang jadwal yang kami miliki masih membutuhkan sampai Januari 2022 untuk bisa memenuhi pengadaan vaksin yang ditugaskan oleh Pak Menkes [Terawan]," terangnya.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading