Jangan Iri! 4 Negara Ini Bakal Gratiskan Vaksin Covid-19

Tech - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
03 December 2020 17:12
Dokter memperagakan proses vaksinasi saat simulasi pemberian vaksin di Puskesmas Depok, Jawa Barat, Kamis (22/10). Pemerintah Kota Depok akan menggelar simulasi pemberian vaksin corona. Pemberian vaksin idealnya sebanyak 60 persen dari jumlah penduduk Kota Depok. Adapun yang hadir bukanlah warga sungguhan yang hendak divaksin. Hanya perwakilan dari Pemkot Depok saja. Terdapat sejumlah tahapan alur yang akan diterapkan Pemerintah Kota Depok dalam pemberian vaksin. Orang yang masuk dalam kriteria mendapat vaksin akan diundang untuk datang ke puskesmas. Nantinya mereka duduk di ruang tunggu dengan penerapan protokol kesehatan. Mereka kemudian menunggu giliran dipanggil petugas. Setelah itu masuk ke ruangan untuk disuntik vaksin. Orang yang telah divaksin akan diregistrasi petugas guna memantau perkembangannya secara berkala.  (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Beberapa negara dan wilayah di dunia mulai berencana menggratiskan vaksin virus corona (Covid-19) kepada para masyarakatnya.

Berikut empat negara dan wilayah di dunia, termasuk Jepang, Hong Kong, Belgia, dan Arab Saudi yang berencana menggratiskan vaksin Covid-19 bagi warganya:

Arab Saudi


Arab Saudi akan menggratiskan vaksin Covid-19 yang ditujukan kepada 70% warga dan ekspatriat yang belum terjangkit Covid-19 di negara itu.

Asisten Wakil Menteri untuk Kesehatan Preventif, Dr. Abdullah Asiri mengatakan pada Selasa (24/11/2020) bahwa yang akan mendapatkan prioritas vaksin adalah mereka yang belum dites positif terjangkit virus corona.

Warga di bawah 16 tahun juga belum akan divaksinasi. Kecuali, ada penelitian dan tes lanjutan yang membuktikan vaksin efektif ke kelompok itu. Asiri juga mengatakan pengumuman resmi akan disampaikan pemerintah dalam beberapa minggu mendatang. Vaksinasi sendiri ditargetkan selesai akhir 2021.

"Kerajaan bekerja di dua jalur untuk mendapatkan vaksin. Melalui organisasi COVAX, di mana G20 memiliki peran dalam menciptakan dan mendanai, Arab Saudi akan mendapatkan vaksin dalam jumlah besar," kata Asiri, dikutip dari Arab News..

"Sedangkan jalur kedua melakukan kontrak langsung dengan perusahaan besar untuk menutupi celah yang tidak dapat ditutup melalui COVAX."

Juru Bicara Menteri Kesehatan Dr.Muhammad Al-Abd Al-Aly mengatakan bahwa kementerian hanya akan memberikan vaksin Covid-19 yang efektif melawan virus. Vaksin harus tidak memiliki efek samping berbahaya dan disetujui oleh otoritas terkait dengan pemberian izin.

HALAMAN :
1 2 3 4
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading