Aplikasi DIDIQ Hadir Demi Pendidikan Berkualitas & Merata

Tech - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
25 November 2020 19:30
Sejumlah siswa belajar menggunakan fasilitas wifi gratis di Sanggar Suluk Nusantara di Wilayah Perumahan Depok Mulya 1, Depok, Jawa Barat, Selasa (11/8/2020). Sri Wiwoho pemilik sanggar budaya sekaligus warga yang memprakarsai wifi gratis ini mengungkap Fasilitas wifi itu disediakan sebagai bentuk kepedulian atas kesulitan biaya untuk kebutuhan belajar daring

Jakarta, CNBC Indonesia- Akses pendidikan berkualitas menjadi kunci penting dalam kunci penting dan hak setiap orang untuk berkembang meraih cita-cita yang diinginkan.

Hal ini yang menjadi konsep dasar dari Guru Besar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia Rofikoh Rokhim dalam mengembangkan aplikasi pendidikan bernama "DIDIQ". Berbeda dengan edutech lainnya, aplikasi ini mengusung konsep bimbingan belajar dua arah antara guru dan siswa sehingga diharapkan dapat mencapai pemerataan kualitas pendidikan dengan penggunaan teknologi.

"Kekuatan DIDIQ adalah menyediakan platform interaksi dua arah antara guru dan siswa dimanapun mereka berada di seluruh Indonesia. Kapanpun mereka memerlukan bantuan dalam pelajaran, akses ke Guru berkualitas sangat mudah dilakukan," kata Rofikoh Rokhim dalam pernyataan Rabu (25/11/2020).


Melalui aplikasi inibegitu siswa di pelosok daerah bisa memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dari guru yang berkualitas. Sistem yang dijalankan pada aplikasi DIDIQ adalah sharing economy yang berbasiskan social enterprise. Artinya, sebagian besar dari biaya yang dibayarkan oleh Siswa akan dibagikan kepada Guru yang bersedia membantu.

Dengan biaya yang terjangkau, DIDIQ berperan dalam membantu Siswa yang kurang mampu namun memiliki tekad yang kuat untuk belajar. Di saat yang sama platform ini tidak hanya memberikan wadah untuk pengabdian Guru, namun juga memberikan manfaat finansial untuk ikut meningkatkan kesejahteraan Guru.

Selain itu, dari dana operasional akan disisihkan untuk mengurangi kesenjangan antara kota besar dan kota kecil. Untuk itu akan dikelola untuk diberikan subsidi kepada Guru dan Siswa di daerah pedalaman yang kurang mampu membeli peralatan dan pulsa, pelatihan guru untuk meningkatkan pengetahuan dan pengalaman. Kemudian akan dibentuk menjadi dana beasiswa untuk membantu siswa Indonesia dapat memperoleh akses ke universitas terbaik di dunia.

"Sebanyak 70% guru yang telah bergabung berasal dari kota-kota besar di Pulau Jawa, seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya. Semoga nanti akan ada guru pendamping khusus yang mendaftar untuk membimbing belajar anak berkebutuhan khusus," kata Rofikoh yang juga mendapat kepercayaan menjadi Komisaris di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI). 

Bagi siswa ataupun yang ingin bergabung dalam aplikasi DIDIQ dapat mengunjungi situs https://www.didiq.id, dan akan tersedia di Google Play Store. Saat ini guru yang bergabung telah mencapai 4.800 orang dari 2.700 institusi di seluruh Indonesia.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading