Ambisi Aplikasi DIDIQ dalam Memberdayakan Guru

Tech - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
25 November 2020 20:23
Siswa beraktifitas belaja dengan beratap tenda di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cirimekar 02 Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (6/1/2020). Sekolah tersebut  rusak berat akibat hujan yang mengguyur wilayah Jabodetabek pada 31 Desember 2019 hingga 1 Januari 2020. Pantauan CNBC Indonesia ada lima ruang yang atapnya ambruk dihantam derasnya air hujan. Tiga ruang kelas, satu ruang guru, dan satu ruang komputer. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia- Aplikasi pendidikan DIDIQ dapat berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan siswa hingga guru melalui konsep bimbingan belajar yang unik. Kini siswa di daerah yang akses pendidikannya terbatas pun dapat dijangkau melalui DIDIQ. Para guru pun dapat meningkatkan kemampuan dan kariernya melalui aplikasi ini.

"Impian besarnya adalah selain platform tanya jawab bimbingan belajar, nantinya guru akan memiliki jalur dan jenjang kariernya sendiri. Di aplikasi DIDIQ dan memproduksi konten yang bisa dibagikan kepada siswa ataupun sesama guru, mengajar di kelas daring yang secara langsung dan interaktif," kata Pengembang aplikasi sekaligus Guru Besar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia Rofikoh Rokhim, dalam siaran resminya, Rabu (25/11/2020).

Selain itu dapat dibuka sesi pengajaran secara langsung yang bisa diikuti secara instan oleh semua siswa yang berada di radius lokasi guru. Semua yang dihasilkan guru di aplikasi ini, baik jasa hingga produk pengajaran akan menjadi milik guru.


Aplikasi DIDIQ opun memungkinkan adanya training for trainer untuk para guru yang merasa kesulitan dalam proses pengajaran dan membutuhkan bantuan guru yang lebih berpengalaman. Bahkan nantinya melalui aplikasi ini, setiap guru bisa membangun dan mendesain 'sekolahnya' sendiri.

"Sudah saatnya guru berdaya, kelak DIDIQ dapat juga dikembangkan untuk tingkatan universitas yang memiliki berbagai macam program studi," Rofikoh.

Kelebihan dari aplikasi ini adalah pembelajaran jarak jauh dapat dilakukan dengan digitalisasi bahan ajar, sehingga materi tersebut dapat digunakan kembali dan memiliki nilai lebih. Para siswa dapat memiliki kesinambungan pembelajaran dan akses yang tidak terbatas pada waktu dan jumlah halaman buku.

Selain itu, dari dana operasional dari aplikasi ini akan disisihkan untuk mengurangi kesenjangan antara kota besar dan kota kecil. Untuk itu akan dikelola untuk diberikan subdisi kepada Guru dan Siswa di daerah pedalaman yang kurang mampu membeli peralatan dan pulsa, pelatihan guru untuk meningkatkan pengetahuan dan pengalaman. Kemudian akan dibentuk menjadi dana beasiswa untuk membantu siswa Indonesia dapat memperoleh akses ke universitas terbaik di dunia.

"Sebanyak 70% guru yang telah bergabung berasal dari kota-kota besar di Pulau Jawa, seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya. Semoga nanti akan ada guru pendamping khusus yang mendaftar untuk membimbing belajar anak berkebutuhan khusus," kata Rofikoh yang saat ini mendapat kepercayaan sebagai Komiaris PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).

Bagi siswa ataupun yang ingin bergabung dalam aplikasi DIDIQ dapat mengunjungi situs https://www.didiq.id, dan akan tersedia di Google Play Store. Saat ini guru yang bergabung telah mencapai 4.800 orang dari 2.700 institusi di seluruh Indonesia. 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Luncurkan 5 Fitur Baru: Ada Paket Stiker WhatsApp!


(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading