Internasional

Masya Allah Raja Salman, Vaksin Corona Gratis di Arab Saudi

Tech - Sefti Oktarianisa, CNBC Indonesia
24 November 2020 11:51
The Saudi Arabia flag flies over the consulate in Istanbul, Tuesday, Oct. 23, 2018. The Turkish president is expected to announce details Tuesday of his country's investigation into the killing of Saudi writer Jamal Khashoggi, as skepticism intensified about Saudi Arabia's account that he died accidentally in its consulate in Istanbul. (AP Photo/Lefteris Pitarakis)

Jakarta, CNBC Indonesia - Arab Saudi akan menggratiskan vaksin corona (Covid-19). Ini ditujukan kepada 70% warga dan ekspatriat yang belum terjangkit Covid-19 di negara itu.

"Mereka yang belum dites positif Covid-19 akan diberi prioritas dalam kampanye vaksin dalam beberapa bulan mendatang," kata Dr. Abdullah Asiri, Asisten Wakil Menteri untuk Kesehatan Preventif dikutip dari Arab News, Selasa (24/11/2020).

Namun, mereka yang di bawah 16 tahun belum akan divaksinasi. Kecuali, ada penelitian dan tes lanjutan yang membuktikan vaksin efektif ke kelompok itu.

Ia juga mengatakan pengumuman resmi akan disampaikan pemerintah, beberapa minggu mendatang. Vaksinasi ditarget kelar akhir 2021.

"Kerajaan bekerja di dua jalur untuk mendapatkan vaksin. Melalui organisasi COVAX, di mana G20 memiliki peran dalam menciptakan dan mendanai, Arab Saudi akan mendapatkan vaksin dalam jumlah besar," katanya.

"Sedangkan jalur kedua melakukan kontrak langsung dengan perusahaan besar untuk menutupi celah yang tidak dapat ditutup melalui COVAX."

COVAX adalah inisiatif global yang bekerja dengan produsen vaksin. Organisasi ini akan menyediakan akses vaksin secara adil ke negara-negara di seluruh dunia.

Juru Bicara Menteri Kesehatan Dr.Muhammad Al-Abd Al-Aly mengatakan bahwa kementerian hanya akan memberikan vaksin Covid-19 yang efektif melawan virus. Vaksin harus tidak memiliki efek samping berbahaya dan disetujui oleh otoritas terkait dengan pemberian izin.

Per Senin (23/11/2020), Arab Saudi mencatat 19 kematian baru terkait Covid-19. Ini menjadikan 5.796 jumlah total orang di negara itu telah meninggal setelah tertular virus.

Ada 231 kasus baru yang dilaporkan di Kerajaan. Ini membuat total kasus terinfeksi menjadi 355.489. Pejabat kesehatan mengatakan ada 5.877 kasus aktif di Arab Saudi. Sebanyak 765 pasien berada dalam kondisi serius atau kritis.

Arab Saudi sejauh ini telah melakukan 9.295.599 uji reaksi berantai polimerase, dengan 40.395 dilakukan dalam 24 jam terakhir.



(sef/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading