Joe Biden dan Tim Terancam 'Dibombardir' Hacker, Kok Bisa?

Tech - roy, CNBC Indonesia
23 November 2020 19:02
President-elect Joe Biden gesturing to supporters, Saturday, Nov. 7, 2020, in Wilmington, Del. (AP Photo/Andrew Harnik, Pool)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sistem internet yang digunakan presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan timnnya rentan disusupi hacker jahat karena tidak mendapat tingkat dukungan keamanan siber yang biasanya diberikan kepada pejabat pemerintahan.

Ini karena pemerintahan Donald Trump telah menghentikan langkah agen federal untuk memberikan dukungan keamanan siber bagi pemerintahan baru, seperti dilaporkan Wall Street Journal, dan The Verge, Senin (23/11/2020).

Tindakan ini disebut di tak kebiasaan, sebelumnya pimpinan yang akan menyelesaikan tugasnya akan membantu tim transisi untuk menyiapkan diri seperti menyiapkan akun email pemerintahan baru dan memastikan akun tersebut dilundungi.


Kondisi ini membuat tim transisi Biden harus menjaga keamanan sibernya sendiri. Tim tersebut diketahui kini menggunakan jaringan Google Worksplace berbayar.

Semua staf diharuskan menggunakan kunci keamanan fisik untuk masuk ke akun. Informasi disimpan di drive bersama dengan akses terbatas. Para staf pun telah diberi pengarahan tentang praktik terbaik keamanan siber.

"Kami bersiap untuk memerintah saat pandemi global dan resesi ekonomi, semua sambil bekerja dari jarak jauh," kata seorang pejabat transisi dalam sebuah pernyataan kepada The Verge. "Sejak awal transisi, kami telah berinvestasi dalam sistem dan proses TI terbaik di kelasnya."

Seorang juru bicara Gedung Putih mengatakan pemerintahan Trump "mengikuti semua persyaratan undang-undang" tetapi tidak merinci persyaratan itu.

Hingga kini  Trump belum mengaku kalah dalam pemilihan presiden dari Biden. Tim Trump masih terus mencoba menggugat hasil pemilu ke pengadilan di beberapa negara bagian.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading