Usai Rampok Rp 8 T, Hacker Ini Dilamar Jadi Petinggi Startup

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
18 August 2021 17:55
Ilustrasi peretasan jaringan internet

Jakarta, CNBC Indonesia - Poly Network diketahui baru saja diretas dan uang kriptonya diambil oleh peretas senilai lebih US$600 juta atau Rp 8,7 triliun. Bukan menyelesaikannya secara hukum, platform cyrptocurrency bahkan mengajak pelaku di balik kejadian itu untuk jadi penasihat perusahaan.

Tidak sampai di sana, Poly Network juga berjanji memberikan hadiah US$500 ribu (Rp7,2miliar) untuk pemulihan dana pengguna.

"Menyampaikan terima kasih dan mendorong Mr White Hat untuk terus berkontribusi dengan kemajuan keamanan di dunia Blockhain bersama dengan Poly Network, kami dengan hormat mengundang Mr White Hat untuk jadi Kepala Penasihat Keamanan Poly Network," kata pihak Poly Network, dikutip CNBC Internasional, Rabu (18/8/2021).


Sebelumnya Poly Network menawarkan hadiah pada peretas berjumlah US$500 ribu, namun ditolak. Tapi pada transaksi mata uang digital pada hari Senin (16/8/2021), pelaku mengatakan "Saya mempertimbangkan untuk mengambil hadiah sebagai bonus bagi peretas publik jika mereka dapat meretas Poly Network".

Poly Network juga buka suara soal hal ini. Perusahaan menghormati pikiran tersebut, dan tetap mengungkapkan ingin memberikan hadiah berjumlah yang sama pada alamat dompet yang disetujui Mr White Hat.

"Kami sepenuhnya menghormati pemikiran Mr White Hat. Dan mengungkapkan rasa terima kasih, kami masih akan mengirimkan hadiah US$500 ribu ini ke alamat dompet yang disetujui Mr White Hat. Untuk digunakan atas Kebijakan nya sendiri demi keamanan siber dan mendukung lebih banyak lagi proyek dan individual," kata Poly Network.

Startup itu juga menyebutkan tidak ada niat untuk meminta pertanggungjawaban Mr White Hat secara hukum atas perbuatannya.

Sebagai informasi Mr White Hat merupakan referensi pada peretas etis yang mencari kerentanan dan sistem organisasi yang bisa membuat mereka rentan pada serangan. Peneliti keamanan mempertanyakan pelabelan penyerang Poly Network sebagai peretas White Hat.

Peretasan Poly Network dianggap sebagai pencurian uang kripto terbesar sepanjang masa. Pelaku juga melakukan hal tidak biasa dengan mengembalikan sebagian besar uang curiannya.

Namun lebih dari US$200 juta (Rp 2,8 triliun) dana saat ini terkunci di akun yang memerlukan password dari Poly Network dan peretas untuk mendapatkan akses. Tidak jelas alasan tindakan tersebut, namun seseorang tanpa nama dan mengaku sebagai peretas menyebutkan mereka akan memberikan kuncinya saat 'semua orang siap'.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading