Aplikasi Muslim Pro Bantah Jual Data Pengguna ke Militer AS

Tech - roy, CNBC Indonesia
18 November 2020 15:57
Ilustrasi peretasan jaringan internet

Jakarta, CNBC Indonesia - Bitsmedia, pengembangan aplikasi Muslim Pro, membantah tuduhan menjual data pribadi pengguna ke militer Amerika Serikat (AS). Selain itu, mereka akan segera memutuskan hubungannya dengan mitra datanya, tanpa menyebutkan siapa mereka.

"Ini tidak benar dan tidak tepat. Perlindungan dan privasi pengguna kami adalah prioritas utama Muslim Pro," kata Nona Zahariah Jupary, ketua komunitas Muslim Pro, seperti dikutip dari Strait Times, Rabu (18/11/2020).

"Sebagai salah satu aplikasi Muslim paling terpercaya selama 10 tahun terakhir, kami mematuhi standar privasi dan peraturan perlindungan data yang paling ketat, dan tidak pernah membagikan informasi identitas pribadi apa pun."


Dia menambahkan bahwa pengembang aplikasi telah meluncurkan penyelidikan internal dan sedang meninjau kebijakan tata kelola datanya untuk mengonfirmasi bahwa semua data pengguna ditangani dengan benar.

Nona Zahariah mengatakan bahwa Muslim Pro telah mulai bekerja sama dengan X-Mode empat minggu lalu, tetapi sejak itu menghentikan kerja sama apa pun dengan perusahaan dan "mitra data" lainnya.

Sebelumnya, media Motherboard Vice melaporkan data lokasi pengguna aplikasi Muslim Pro dibeli militer AS dari kontraktor militer, kontraktor ini membelinya dari broker pihak ketiga bernama X-Mode. Broker ini membeli data dari developer Muslim Pro, yang memang menjual data lokasi pengguna kepada pihak ketiga.

X-Mode mengatakan kepada Motherboard bahwa bisnisnya dengan kontraktor militer "terutama difokuskan pada tiga jenis penggunaan: kontra-terorisme, keamanan siber, dan prediksi hotspot Covid-19di masa depan."

X-Mode sebelumnya telah menerbitkan data lokasi anonim dari smartphone untuk menunjukkan pergerakan orang ke dan dari area di mana kasus Covid-19 melonjak.


(roy/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading