Airbnb Merasa 'Dicurangi' Google, Kok Bisa?

Tech - roy, CNBC Indonesia
17 November 2020 16:02
FILE PHOTO: The logo of Airbnb is displayed at an Airbnb event in Tokyo, Japan, June 14, 2018. REUTERS/Issei Kato/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Manajemen Airbnb menuding mesin pencari (search engine) Google telah mencegah situs Airbnb meraup trafik internet yang baik. Hal ini diungkapkan dalam dokumen yang diajukan untuk pencatatan saham perdana (IPO) di Bursa Amerika Serikat (AS).

Airbnb memungkinkan pengguna untuk memesan tiket pesawat dan menyewa penginapan ketika bepergian atau travelling. Dalam dokumen itu disebut Google lebih menyukai produknya sendiri daripada produk perusahaan, sehingga pengunjung ke platform Airbnb lebih sedikit.

Tahun lalu, induk usaha Google, Alphabet telah menambahkan banyak fitur pencarian yang mirip dengan situs web perjalanan, termasuk untuk persewaan liburan.


"Kami yakin hasil SEO (search engine optimization) telah terpengaruh secara negatif oleh peluncuran Google Travel dan Google Vacation Rental Ads, yang mengurangi keunggulan platform kami dalam hasil penelusuran organik," tulis Airbnb dalam prospektusnya, seperti dikutip dari CNBC International, Selasa (17/11/2020).

Airbnb menjelaskan SEO, atau pengoptimalan mesin telusur, sebagai praktik menyesuaikan konten agar tampil lebih menonjol dalam hasil penelusuran tanpa membayar.

"Kami fokus pada saluran tidak berbayar seperti SEO. SEO melibatkan pengembangan platform kami dengan cara yang memungkinkan mesin telusur memberi peringkat platform kami secara mencolok untuk kueri penelusuran yang mungkin relevan dengan konten platform kami," ujar Airbnb.

"Perubahan pada algoritme mesin telusur atau tindakan serupa tidak berada dalam kendali kami, dan dapat berdampak buruk pada peringkat dan lalu lintas ke platform kami."

Airbnb memperingatkan jika masalah ini terus berlanjut dapat memaksanya perusahaan menggelontorkan dana pemasaran yang lebih besar.

Bulan lalu, Departemen kehakiman AS mengajukan gugatan antimonopoli terhadap Alphabet dan Google dengan tuduhan perusahaan tersebut secara tidak sah mempertahankan monopoli dalam pencarian dengan mencegah saingan dari saluran distribusi utama.

Alphabet membantah argumen tersebut, dengan mengatakan bahwa mereka memiliki banyak pesaing dan layanannya membantu konsumen. Google sendiri tidak segera membalas permintaan komentar.


(roy/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading