Special Research

Bersiap Menyambut Gelombang Kedua Otomasi Perbankan

Tech - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
16 November 2020 16:27
FILE PHOTO: Humanoid robot YuMi is seen before a news conference by Swiss power technology and automation group ABB presenting the company's full year results, in Zurich, Switzerland, February 8, 2018. REUTERS/Moritz Hager/File Photo                       GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD

Jakarta, CNBC Indonesia - Digitalisasi dan otomasi memicu transformasi layanan perbankan dari model bisnis, angkatan kerja, proses, dan jasa. Mereka yang terlambat mengaplikasikan itu bakal tergusur, karena kalah kompetitif dari sisi biaya dan manajemen risiko.

Di era revolusi industri 4.0, pelaku usaha dihadapkan pada proses rantai pasokan yang kian cepat dan kompleks sehingga melonjaklah kebutuhan akan layanan keuangan dan perbankan yang bisa mengimbangi perkembangan serba cepat tersebut.

Dalam laporan riset berjudul "The Transformative Power of Automation in Banking", firma konsultan keuangan global McKinsey dengan meyakinkan memasang prediksi bahwa tren otomasi bakal terjadi "dalam waktu dekat".


Laporan yang disusun pada 2017 itu dirilis setahun setelah raksasa perusahaan global ramai-ramai melakukan uj-coba pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan otomasi untuk melihat sejauh mana manfaatnya terhadap proses bisnis.

Saat itu, kalangan pelaku usaha sebagaimana disebutkan dalam laporan McKinsey menemukan bahwa otomasi bisa dijalankan di 50-70% pekerjaan, yang memicu efisiensi hingga 35%, memangkas waktu pengurusan proses kerja bersambung (straight-through process/STP), dan keuntungan investasi di atas 100%.

qSumber: McKinsey

Saat itu, dikenal adagium "Transfomasi ABC" di perbankan, yang meliputi tiga hal. A kepanjangan dari automation (otomasi), B kepanjangan dari big-data and analytics (kolam data dan analitik), serta C yang merupakan kepanjangan dari cloud computing (komputasi awan).

Otomasi memungkinkan layanan bank yang lebih cepat, terutama dalam hal pengambilan keputusan yang menyangkut layanan nasabah. Pada akhirnya, ini akan memaksimalkan keuntungan (return) dibandingkan proses bank manual yang lebih lama.

Proses yang sama juga bisa mendongkrak efisiensi karena meminimalkan poses kerja manual yang melibatkan banyak tahapan dan sumber daya manusia. Di sisi lain, otomasi juga bisa mendeteksi fraud secara lebih dini sehingga merevolusi manajemen risiko.

Bankir Kian Mawas dengan Otomasi & Digitalisasi
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading