Sstt.. NASA Mau Bangun Pembangkit Listrik di Mars & Bulan

Tech - roy, CNBC Indonesia
16 November 2020 16:00
People watch on a video screen as the spaceship InSight, NASA's first robotic lander dedicated to studying the deep interior of Mars, lands on the planet's surface after a six-month journey, in Times Square in New York City, U.S., November 26, 2018. REUTERS/Brendan McDermid

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) dan Departemen Energi AS sedang mencoba untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir di Bulan dan Mars guna mendukung eksplorasi jangka panjang. Rencana ini akan dilakukan pada 2026.

Anthony Calomino, kepala teknologi nuklir NASA mengatakan rencananya NASA akan mengembangkan sistem tenaga permukaan fisi kelas 10 kilowatt untuk demonstrasi di bulan pada akhir 2020-an.

Fasilitas tersebut akan sepenuhnya diproduksi dan dirakit di Bumi, kemudian diuji keamanannya dan untuk memastikannya beroperasi dengan benar. Setelah itu, akan diintegrasikan dengan pesawat pendarat bulan, dan kendaraan peluncur akan mengangkutnya ke orbit mengelilingi bulan.


"Empat unit, masing-masing menyediakan 10 kilowatt daya listrik, akan memberikan daya yang cukup untuk membangun pos terdepan di bulan atau Mars," ujarnya seperti dikutip dari CNBC International, Senin (16/11/2020).

"Kemampuan untuk menghasilkan daya listrik dalam jumlah besar pada permukaan planet menggunakan sistem tenaga permukaan fisi akan memungkinkan eksplorasi skala besar, pembentukan pos terdepan manusia, dan pemanfaatan sumber daya, sambil memungkinkan kemungkinan komersialisasi."

NASA sedang mengerjakan proyek ini dengan Idaho National Laboratory (INL), fasilitas penelitian nuklir yang merupakan bagian dari kompleks laboratorium DOE.

Menurut Steve Johnson, direktur Divisi Tenaga Nuklir Luar Angkasa dan Teknologi Isotop di Laboratorium Nasional Idaho, mengaku hal ini bisa dilakukan.

"Kami dapat memanfaatkan penelitian dan pengembangan selama bertahun-tahun pada bahan bakar dan material canggih serta kemajuan transportasi ruang angkasa komersial baru untuk mengurangi risiko terhadap jadwal, untuk memenuhi tanggal 2026," kata Johnson.

"Kami benar-benar berusaha untuk membawa inovasi industri nuklir komersial ke meja kerja untuk bekerja dengan NASA dan industri kedirgantaraan yang memanfaatkan teknologi yang ada."


[Gambas:Video CNBC]

(roy/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading