Jokowi Cerita Inklusi Keuangan RI Masih Payah Vs Thailand Cs

Tech - Lidya Julita S, CNBC Indonesia
11 November 2020 13:50
Presiden Joko Widodo saat Opening Ceremony Pekan Fintech Nasional 2020 (tangkapan Layar Youtube Bank Indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui masih banyak pekerjaan rumah alias PR yang harus dihadapi Indonesia dalam hal pengembangan teknologi finansial. Indeks inklusi keuangan masih tertinggal dibandingkan beberapa negara ASEAN.

"Indeks inklusi keuangan masih tertinggal dibandingkan beberapa negara ASEAN. Di 2019 indeks inklusi keuangan kita 76%, lebih rendah dari beberapa negara lain di ASEAN, seperti Singapura 98%, Malaysia 85%, Thailand 82%," kata Jokowi di acara Indonesia Fintech Summit 2020, Rabu (11/11/2020).

Menurut Jokowi, tak hanya inklusi keuangan, tingkat literasi keuangan digital juga masih rendah atau baru sekitar 35,5%.


"Masih banyak masyarakat yang menggunakan layanan keuangan informal dan hanya 32,1% gunakan layanan digital," tegas Jokowi.

"Saya harap innovator fintech tidak hanya sebagai penyalur pinjaman dan pembayaran online saja tapi bisa sebagai penggerak utama literasi keuangan digital bagi masyarakat."

Dari data Jokowi, jumlah penyaluran pinjaman nasional lewat fintech ini sampai 2020 data terakhir mencapai Rp 128,7 triliun atau meningkat 113%. Sampai September 2020, terdapat 89 penyelenggara fintech yang berkontribusi Rp 9,87 triliun pada transaksi layanan jasa keuangan Indonesia.

"Fintech ini berkembang luar biasa," terang Jokowi.


[Gambas:Video CNBC]

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading