Harga Bitcoin Meledak di Tengah Pilpres AS, Cuannya Melimpah

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
06 November 2020 07:40
A Bitcoin (virtual currency) paper wallet with QR codes and a coin are seen in an illustration picture shot May 27, 2015. REUTERS/Benoit Tessier

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga Bitcoin tiba-tiba melejit di tengah ketikdapastian pemilihan presiden (Pilpres) AS. Pada perdagangan hari ini (6/11/2020) harga Bitcoin tembus US$15.000 atau setara Rp 219 juta (asumsi Rp 14.600). Ini merupakan harga tertinggi sejak Januari 2018.

Mengutip Coindesk, hingga pukul 07.20 WIB, Bitcoin diperdagangkan di harga US$15.533,89 atau setara Rp 226,8 juta per koin. Harga tertinggi Bitcoin sepanjang masa adalah US$19.665,39 yang terjadi pada Desember 2017.

Dalam 24 jam terakhir harga Bitcoin sudah menguat 9,61%. Artinya investor dan trader Bitcoin bisa meraup cuan US$1.393,67 (Rp 20,35 juta) dalam semalam.


Pengamat menyatakan melejitnya harga Bitcoin ini karena faktor stimulus yang belum pernah terjadi sebelumnya dari pemerintah global dan bank sentral untuk atas pandemi Covid-19. Diyakini ini membuat Bitcoin lebih menarik ketimbang mata uang resmi seperti dolar.

"Sebagian penyebab kenaikan Bitcoin karena adanya kekhawatiran peningkatan stimulus fiskal akan mendevaluasi mata uang secara global," kata Simon Peters, seorang analis aset kripto di platform investasi eToro, seperti dikutip dari CNBC International, Jumat (6/11/2020).

"Akibatnya, ketika bank sentral mengumumkan rencana ekstensif untuk memompa uang ke ekonomi, banyak investor di komunitas crypto menganggap ini sebagai sinyal beli Bitcoin."

Investor kini menunggu pengumuman kebijakan moneter terbaru dari Federal Reserve, dan diperkirakan bank sentral AS mempertahankan suku bunga overnight mendekati nol dan menegaskan kembali perlunya lebih banyak stimulus fiskal.

Tetapi ketidakpastian yang masih ada atas hasil pemilihan presiden AS 2020 berarti bahwa kecil kemungkinan paket stimulus virus corona lain akan disepakati dalam waktu dekat.

"Dengan pemilu AS hampir berakhir, detail dari stimulus fiskal bisa menjadi lebih jelas. Paket seperti itu dapat menyebabkan melemahnya dolar AS dan kenaikan harga bitcoin lebih lanjut di masa mendatang, "kata Peters.

Selain itu sentimen positif adalah keputusan PayPal izin transaksi Bitcoin di platformnya. Ini dianggap akan membuat ada peluang Bitcoin lebih banyak diterima di sistem keuangan global.


(roy/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading