Internasional

Produsen iPhone Siap Garap Mobil Listrik, Yakin Geser Tesla?

Tech - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
18 October 2020 20:48
Zang Yi berpose untuk gambar saat mobil Tesla-nya sedang mengisi di titik pengisian daya di Beijing, China, 13 April 2018. Zang mengatakan jika ketegangan perdagangan menghasilkan impor AS yang lebih mahal, dia tidak akan mempertimbangkan merek Amerika ketika saatnya tiba. membeli sebuah mobil baru.

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan raksasa teknologi asal Taiwan, Foxconn, berencana mendiversifikasi usahanya ke bisnis mobil listrik.

Perusahaan produsen iPhone ini memasang target tak muluk-muluk; menguasai 10% pasar mobil listrik di tahun 2025-2027 mendatang.

Dilihat secara tren, ke depan sepertinya kendaraan ramah lingkungan dengan tenaga listrik akan menjadi tren dalam industri otomotif global.


Oleh karenanya, banyak perusahaan besar mulai melirik pasar ini. Setidaknya, saat ini belum banyak pemain besar mobil listrik di dunia, namun perusahaan yang didirikan Elon Musk, Tesla menjadi salah satu di antaranya dengan pendapatan mencapai US$ 24,58 miliar atau Rp 364 triliun (kurs Rp 14.800/US$) pada 2019 lalu.

Visitors are seen at a Foxconn booth at the World Intelligence Congress in Tianjin, China May 19, 2018. Picture taken May 19, 2018. REUTERS/Stringer  ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. CHINA OUT.Foto: REUTERS/Stringer
Visitors are seen at a Foxconn booth at the World Intelligence Congress in Tianjin, China May 19, 2018. Picture taken May 19, 2018. REUTERS/Stringer ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. CHINA OUT.

Chairman Foxconn, Liu Young-way, menyebut, perusahaannya sudah melakukan pembicaraan dengan sejumlah produsen mobil dunia untuk kerja sama pembuatan mobil listrik di masa depan.

"Kami ingin mendorong industri mobil listrik Taiwan ke tingkat dunia," ujar Liu dilansir dari Reuters, Jumat (16/10/2020).

Sementara itu, William Wei, salah satu eksekutif di Foxconn menyebut, perusahaan telah meluncurkan platform yang membantu perusahaan otomotif membuat mobil listrik yang berbasis Android.

Dipilihnya sistem operasi tersebut karena saat ini menjadi sistem operasi ponsel terbesar di dunia dan menjadi dominan karena bersifat open source. Sedangkan, untuk iOS adalah sistem operasi yang ekslusif di perangkat buatan Apple.

Foxconn, kata dia, mengenalkan sistem itu dengan nama MIH Open Platform, dasarnya adalah seperangkat alat yang memungkinkan perusahaan merancang sebagian besar mobil listrik yang akan diproduksi oleh Foxconn.

CNBC International menuliskan, melalui aplikasi tersebut, pembuat mobil dapat memilih desain sasis mobil mereka dari SUV hingga sedan dan memilih desain menurut keinginan mereka, dari jarak roda hingga ukuran baterai.

Foxconn menyebut platformnya modular atau beberapa komponen dapat diganti dan ditingkatkan di kemudian hari.

Tak cukup hanya di situ saja, Foxconn juga menawarkan perangkat lunak yang dapat dikembangkan oleh pengembang. Beberapa di antaranya terkait dengan fungsi misi kritis dan mobil tanpa pengemudi (otonom).

Dikabarkan, perusahaan yang didirikan oleh konglomerat Terry Gou ini juga sedang mengembangkan baterai solid-state, evolusi dari teknologi baterai lithium ion yang saat ini digunakan di mobil.

Foxconn mengatakan akan meluncurkan baterai solid-state ini pada tahun 2024 mendatang.

"Setelah 2025, siapapun yang menguasai teknologi baterai solid state akan mendominasi industri," ucap Jerry Hsiao, kepala produk di Foxconn.

Sebagai informasi, Foxconn adalah perusahaan yang saat ini berpusat di Tucheng, Taiwan.

Pada 2019 lalu, pendapatannya mencapai 5,33 triliun TWD (dolar Taiwan) atau setara Rp 153 triliun (kurs Rp 28,78/dolar Taiwan).

Saat ini Foxconn menjadi perusahaan pembuat komponen elektronik terbesar di dunia, yang juga menjadi produsen produk-produk Apple seperti iPhone dan iPad.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading