Cuit Pakai Bahasa Indonesia, Bos WHO Puji RI soal Vaksin

Tech - tahir saleh, CNBC Indonesia
18 October 2020 18:00
Tedros Adhanom Ghebreyesus dan Retno Marsudi, dok Twitter Tedros

Jakarta, CNBC Indonesia - Ada yang menarik dari cuitan terbaru Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus di Twitter.

Mantan Menteri Kesehatan Ethiopia ini mengapresiasi langkah pemerintah Indonesia yang berupaya menangani pandemi Covid-19 dengan bergabung dalam Access to COVID-19 Tools Accelerator' ACT-Accelerator Facilitation Council dan mendukung fasilitas COVAX.

Menariknya apresisasi itu disampaikan dalam bahasa Indonesia melalui cuitannya di media sosial.


"Saya berdiskusi dengan @Menlu_RI [Bendera Indonesia] Retno Marsudi dan Menteri BUMN @erickthohir mengenai #COVID19. Saya berterima kasih atas komitmen mereka untuk mengakhiri pandemik ini dengan bekerjasama dengan @WHO dan partner multilateral lainnya. Solidaritas!" cuit Tedros di Twitter, dikutip Minggu (18/10/2020).


Sebagai catatan, COVAX adalah mekanisme yang dirancang WHO dalam menjamin ketersediaan vaksin Covid-19 untuk seluruh dunia secara cepat, adil, dan setimpal.

Sebanyak lebih dari 75 negara yang tergabung di dalamnya bakal membiayai vaksin dari anggaran keuangan masing-masing untuk diberikan kepada 90 negara berpenghasilan rendah dari COVAX Advance Market Commitment (AMC) Gavi.

Adapun Gavi adalah organisasi internasional yang didirikan pada Januari 2000 untuk meningkatkan akses vaksin bagi masyarakat global.

Berdasarkan data situs resmi WHO, Tedros terpilih sebagai Direktur Jenderal WHO pada Mei 2017. Dia menjadi orang Afrika pertama yang menempati jabatan tertinggi sejak 69 tahun WHO berdiri.

Dia juga menjadi Dirjen WHO pertama dengan latar belakang akademik bukan dokter. Tedros terpilih sebagai Dirjen WHO tidak lama setelah wabah Ebola yang mengerikan di Afrika Barat.

Pertemuan Tedros dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir adalah rangkaian perjuangan Indonesia dalam menyuplai kebutuhan vaksin di dalam negeri.

Dalam upaya ini, Retno bersama Erick menuntaskan sederet pertemuan dengan sejumlah pihak di Swiss, Jumat (16/10/2020).

Dalam media briefing yang digelar pada Jumat (16/10/2020) malam, Retno menjelaskan pertemuan dalam konteks multilateral dilakukan di Jenewa, yaitu dengan CEO Gavi COVAC Facilities Seth Berkley, Thedros Ghebreyesus, dan UNICEF.

Retno Marsudi juga menyampaikan Indonesia bersiap bergabung dalam COVAX dan mendukung jalur multilateral vaksin Covid-19.

"@DrTedros menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Indonesia dalam Foreign Policy and Global Healt #FGPH 2020 dan tema yang tepat 'Affordable Healt Care for All," tulis Retno.


"Tujuan dari berbagai pertemuan antara lain terus menjalin konsultasi dan komunikasi secara intensif dengan berbagai organisasi tersebut dalam pengelolaan Covid-19 dan kerja sama strategis lain, menyampaikan dukungan Indonesia terhadap multilateralisme, dan menyampaikan keinginan Indonesia untuk menjadi bagian dari COVAX AMC," ujar Retno, dalam konferensi pers virtual.

Retno mengungkapkan dalam pertemuan juga dibahas kalau pengembangan vaksin merupakan proses yang rumit. Ada risiko dan ketidakpastian dalam proses pengembangannya.

Para ahli dunia, menurut Retno, akan terus berupaya mendapatkan vaksin secara tepat waktu, aman, dan efektif. Adaptasi dan adjustment perlu terus dilakukan di tengah situasi yang sulit ini.

Dalam pertemuan-pertemuan tersebut, dia bilang kalau Indonesia menyampaikan upaya yang telah dilakukan untuk mengamankan komitmen penyediaan vaksin baik melalui jalur bilateral maupun multilateral serta selalu menekankan pentingnya keamanan dan efikasi [keampuhan] dari vaksin tersebut.

"Dalam pertemuan dengan Gavi, kami menyampaikan bahwa Presiden Indonesia telah menerima surat dari Gavi tanggal 18 September 2020. Surat Gavi tersebut intinya menyampaikan bahwa Indonesia layak menerima Official Development Assistance (ODA) di dalam COVAX AMC untuk penyediaan vaksin Covid-19 dalam kerangka multilateral," ujar Retno.

"Dalam suratnya, Gavi juga mengharapkan kerja sama dengan Indonesia dalam penanganan Covid-19. Sebagai tindak lanjut surat GAVI, dalam pertemuan tadi Indonesia telah menyampaikan secara resmi surat yang berisi Expression of Interest dari Indonesia untuk bergabung dalam COVAX AMC," lanjutnya.

Menurut dia, detail penyediaan vaksin multilateral harus terus dibahas bersama. Indonesia, kata Retno, akan terus memantau perkembangan pengembangan vaksin multilateral tersebut.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading