Lagi, Ribuan Warga China akan Suntik Vaksin Covid Tak Teruji

Tech - Monica Wareza, CNBC Indonesia
18 October 2020 07:14
A box for a COVID-19 immunoglobin treatment is displayed at an exhibit by Chinese pharmaceutical firm Sinopharm at the China International Fair for Trade in Services (CIFTIS) in Beijing, Saturday, Sept. 5, 2020. With the COVID-19 pandemic largely under control, China's capital on Saturday kicked off one of the first large-scale public events since the start of the coronavirus outbreak, as tens of thousands of attendees were expected to visit displays from nearly 2,000 Chinese and foreign companies showcasing their products and services. (AP Photo/Mark Schiefelbein)

Jakarta, CNBC Indonesia - China sudah menawarkan vaksin Covid-19 eksperimental atau vaksin belum teruji kepada sejumlah warganya. Bahkan vaksin ini diberikan secara gratis pada siswa akan berangkat ke luar negeri.

Dalam pengumumannya pada Kamis (16/10/2020), Kota Jiaxing, selatan Shanghai, menawarkan vaksin yang sedang dikembangkan oleh Sinovac kepada warganya. Kelompok berisiko tinggi, termasuk orang-orang yang "bertanggung jawab atas operasi dasar kota" akan menjadi prioritas, tetapi penduduk yang memiliki kebutuhan darurat juga dapat mendaftar.

Vaksin Sinovac sedang dalam tahap akhir pengujian klinis di China dan beberapa negara lainnya seperti Indonesia dan Bangladesh, tetapi belum disetujui. Pemerintah Jiaxing mengatakan itu diberikan di bawah otorisasi darurat.


China National Biotech Group (CNBG), perusahaan vaksin China lainnya, menawarkan vaksinnya secara gratis kepada siswa yang belajar di luar negeri. Lebih dari 168.000 orang mendaftar untuk menerima vaksin melalui survei online dan lebih dari 91.000 sedang dipertimbangkan, tulis CNBG di situsnya. Informasi itu telah dihapus pada hari Selasa.

China memiliki lima vaksin Covid-19 dalam tahap akhir pengujian tetapi beluma ada yang disetujui untuk digunakan publik. Jika China berhasil memenangkan perlombaan penemuan vaksin Covid-19, maka akan meningkatkan penghargaan pada industri farmasi China yang muda dan penjualan vaksin tersebut ke seluruh dunia.

Vaksin CNBG sendiri telah diberikan kepada 350.000 orang di luar uji klinis. Vaksin ini diberikan pada pekerja medis dan karyawan perusahaan China yang dikirim ke luar negeri di bawah otorisasi darurat.

"Saat ini, tampaknya pelajar China yang pergi ke luar negeri memiliki keinginan kuat untuk mengambil vaksin," kata seorang karyawan CNBG seperti dikutip oleh surat kabar milik negara, The Paper, berdasarkan hasil survei pada bulan September.

Mahasiswa di China yang akan memulai tahun ajaran baru di luar negeri mengatakan mereka menginginkan vaksin karena mereka khawatir terinfeksi Covid-19.

"Sangat berbahaya di sana, kota tempat kami belajar, itu adalah zona bahaya merah," kata Ouyang, seorang siswa yang bersekolah di Polandia. Dia mendaftar untuk mendapatkan vaksin CNBG pada bulan September tetapi belum mendapatkan kabar. "Kami semua sangat menginginkan vaksin ini."

Seorang siswa yang akan pergi ke Inggris mengatakan dia mendaftar melalui tautan online setelah teman sekelasnya mengatakan bahwa mereka menerima vaksin tersebut.

Mahasiswa bernama Sally itu mengatakan dia mendapatkan informasi pada bulan September bahwa vaksin itu tersedia untuk orang-orang seperti dia. Dia mengungkapkan siswa lain mengatakan dia mungkin perlu melakukan perjalanan ke Beijing, atau Wuhan, tempat wabah ini pertama kali muncul, untuk menerima vaksin.

Jika vaksin berhasil, itu mungkin membantu melindungi siswa yang pergi ke Eropa atau Amerika Serikat, di mana pandemi masih berkecamuk, kata para ahli medis. Tetapi produsen vaksin Covid-19 perlu menjelaskan bahwa vaksin itu belum terbukti dan melacak apa yang terjadi pada orang yang menerimanya.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading