MARKET DATA

Sedih, Harga Minyak Turun Gara-gara Khawatir Tak Laku

Hidayat Setiaji,  CNBC Indonesia
18 October 2020 06:35
Sedih, Harga Minyak Turun Gara-gara Khawatir Tak Laku
Foto: Ilustrasi: Minyak mengalir keluar dari semburan dari sumur 1859 asli Edwin Drake yang meluncurkan industri perminyakan modern di Museum dan Taman Drake Well di Titusville, Pennsylvania AS, 5 Oktober 2017. REUTERS / Brendan McDermid / File Foto

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak dunia bergerak turun sepanjang pekan ini. Koreksi harga brent jauh lebih dalam ketimbang light sweet.

Minggu ini, harga minyak jenis light sweet turun 0,22% secara point-to-point. Sementara yang jenis brent ambles 1,13%.

Harga si emas hitam terpangkas akibat kekhawatiran akan kelebihan pasokan (over-supply). Dalam dokumen OPEC+ yang didapatkan oleh Reuters, terlihat bahwa krisis akibat pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) masih akan menjadi risiko utama.

"Tanda-tanda pemulihan ekonomi di beberapa negara dibayangi oleh kerentanan dan pesimisme akan secepat apa kebangkitan akan terjadi. Kasus corona yang kembali melonjak dan risiko karantina wilayah (lockdown) akan menurunkan prospek perekonomian dan permintaan minyak," sebut dokumen itu.

Dokumen tersebut memperkirakan selisih antara pasokan dengan permintaan pada 2021 memang masih negatif 1,9 juta barel/hari. Artinya tidak terjadi over-supply.

Namun skenario terburuknya, jika pemulihan ekonomi tidak secepat yang diperkirakan atau malah memburuk, maka pasokan akan melebihi permintaan sebanyak 200.000/hari. Jika ini yang terjadi, maka harga minyak bisa turun lagi.

"Realitas yang terjadi sekarang adalah penyebaran kasus corona di Eropa dan Amerika Utara. Ini tentu akan menjadi beban untuk peningkatan permintaan minyak," kata Lachlan Shaw, Head of Commodity Research di National Bank of Australia, seperti dikutip dari Reuters.

TIM RISET CNBC INDONESIA

(aji/aji) Add logo_svg as a preferred
source on Google
Next Article Gak Biasa! Harga Minyak Adem Ayem Saat Perang Rusia-Ukraina Panas


Most Popular
Features