Vaksinasi Covid-19 Dikebut November, Ini Vaksin yang Dipakai

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
12 October 2020 12:07
A worker inspects vials of SARS CoV-2 Vaccine for COVID-19 produced by SinoVac at its factory in Beijing on Thursday, Sept. 24, 2020. A Chinese health official said Friday, Sept. 25, 2020, that the country's annual production capacity for coronavirus vaccines will top 1 billion doses next year, following an aggressive government support program for construction of new factories. (AP Photo/Ng Han Guan)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi mengatakan pemerintah akan melakukan vaksinasi pada awal November 2020. Apa vaksin yang digunakan?

Berdasarkan hasil pertemuan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan bersama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Duta Besar RI Djauhari Oratmangun dan Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir di Yunan, China, Sabtu (12/10/2020) dipastikan pasokan vaksin dari tiga perusahaan China.

Untuk tahun ini Cansino menyanggupi 100,000 vaksin (single dose) pada bulan November 2020, dan sekitar 15-20 juta untuk tahun 2021. G42/Sinopharm menyanggupi 15 juta dosis vaksin (dual dose) tahun ini, yang 5 juta dosis akan mulai datang pada bulan November 2020.


Sementara itu Sinovac menyanggupi 3 juta dosis vaksin hingga akhir Desember 2020, dengan komitmen pengiriman 1,5 juta dosis vaksin (single dose vials) pada minggu pertama November dan 1,5 juta dosis vaksin (single dose vials) lagi pada minggu pertama Desember 2020, ditambah 15 juta dosis vaksin dalam bentuk bulk.

Untuk tahun 2021, Sinopharm mengusahakan 50 juta (dual dose), Cansino 20 juta (single dose), Sinovac 125 juta (dual dose). Single dose artinya satu orang hanya membutuhkan 1 dosis vaksinasi, sementara dual dose membutuhkan 2 kali vaksinasi untuk satu orang.

Ketiga vaksin ini sedang melakukan uji klinis fase tiga atau tahap akhir di beberapa negara dan sedang dalam proses mendapatkan emergency Use Authorization (EUA) di sejumlah negara.


CanSino sedang melakukan uji klinis di Tiongkok, Arab Saudi, Rusia, dan Pakistan. Sinopharm menggandeng G42 melakukan uji klinis di Tiongkok, Uni Emirat Arab (UEA), Peru, Maroko, dan Argentina. Sinovac melakukan uji di Indonesia, Brasil, Turki, Bangladesh, dan Chile.

"Emergency Use Authorization dari Pemerintah Tiongkok telah diperoleh ketiga perusahaan tersebut pada bulan Juli 2020. Pemerintah UAE ikut memberikan emergency use authorization kepada G42/Sinopharm," ujar Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi dalam keterangan pers, Senin (12/20/2020).

[Gambas:Video CNBC]




(roy/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading