Nilai Bitcoin Terus Memburuk, Apa yang Terjadi?

Tech - Herdaru P, CNBC Indonesia
17 September 2020 21:08
A Bitcoin (virtual currency) coin is seen in an illustration picture taken at La Maison du Bitcoin in Paris, France, June 23, 2017. REUTERS/Benoit Tessier/Illustration

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga cyrptocurrency Bitcoin terus melemah. Di awal September 2020, nilainya Rp 177 juta dan kini turun hingga 160 juta.

Di tahun ini nilai Bitcoin menyentuh level tertingginya yakni di Rp 184 juta pada Agustus 2020. Namun nilainya terus turun hingga saat ini di Rp 160 juta per koin.

Cointelegraph menuliskan nilai Bitcoin berkorelasi dengan pergerakan pasar saham sepanjang tahun ini yang juga drop. Adanya 'September Effect' muncul di mana secara historis pasar saham pun selalu loyo.


Neil Van Huis, Direktur Perdagangan Institusional di Blockfills mengatakan harga Bitcoin masih dalam tahapan konsolidasi.

"Secara pribadi saya pikir kita perlu melihat volume pembelian yang cukup besar di atas US$ 12.000 [Rp 178 juta] untuk benar-benar membuat ini bergerak, jika tidak, saya cenderung mengharapkan beberapa konsolidasi lagi selama beberapa minggu ke depan," kata Neil di situs Coindesk.

Dilansir dari Cointelegraph, apabila Bitcoin mampu melampaui resistensi US$ 12.113,50, maka harga Bitcoin akan terus naik ke harga US$ 13.000.

Tapi sebaliknya apabila harga Bitcoin gagal bertahan di atas US$ 12.113,50, harga Bitcoin bisa turun ke rata-rata US$ 11.457, di mana harga Bitcoin dikatakan melemah.


[Gambas:Video CNBC]

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading