Ngeri, Ini Daftar Penyakit Calon Pandemi di Masa Depan

Tech - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
16 September 2020 14:12
The logo of the World Health Organization is seen at the WHO headquarters in Geneva, Switzerland, Thursday, June 11, 2009. The World Health Organization held an emergency swine flu meeting Thursday and was likely to declare the first flu pandemic in 41 years as infections climbed in the United States, Europe, Australia, South America and elsewhere. (AP Photo/Anja Niedringhaus)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dalam sejarah perjalanan peradaban manusia, pandemi telah terjadi berkali-kali. Wabah yang menyebar luas secara global di masa mendatang masih akan menjadi ancaman serius bagi kelangsungan hidup umat manusia. 

Sebelum pandemi Covid-19 terjadi ada beberapa penyakit yang dampaknya sangat mengerikan bagi spesies Homo Sapiens. Beberapa yang tercatat oleh sejarah di antaranya wabah black death yang menewaskan setengah populasi Eropa di abad ke-14 silam.

Setelah black death ada juga pandemi Flu Spanyol yang merebak pada tahun 1918 saat perang dunia meletus. Menurut perkiraan CDC, virus influenza A penyebab Flu Spanyol telah menginfeksi lebih dari sepertiga populasi dunia atau sebanyak 500 juta orang dan menyebabkan kematian pada lebih dari 50 juta orang. 


Jika zaman dahulu ilmu pengetahuan dan teknologi belum berkembang pesat seperti sekarang ini, dampak pandemi memang sangat mengerikan. Namun bukan berarti sekarang kondisinya lebih aman.

Ancaman itu masih ada. Meramal kedatangan suatu pandemi bukanlah hal yang mustahil sebenarnya. Seorang yang mampu memprediksi kapan datangnya pandemi bukanlah ahli nujum, melainkan para ilmuwan yang setiap hari berkutat pada penelitian dan data.

Dengan data-data yang semakin banyak serta perubahan sosial dari waktu ke waktu, ilmuwan dapat membuat semacam pemodelan terkait risiko, potensi dan dampak dari suatu penyakit menjadi pandemi.

Lagipula jika dilihat-lihat pertumbuhan populasi manusia yang pesat, era globalisasi yang meningkatkan konektivitas, isu perubahan iklim serta praktik ekonomi yang tidak berlandaskan prinsip keberlanjutan adalah faktor utama pemicu pandemi dapat terjadi.

Sebelum Covid-19 terjadi, Badan Kesehatan Dunia (WHO) sebenarnya sudah memperkirakan ada 8 penyakit yang berpotensi besar jadi wabah pada 2016 lalu. Virus corona yang sempat menyebabkan wabah SARS (2002-2003) dan MERS (2013) masuk ke dalam salah satu dari 8 penyakit yang diantisipasi oleh WHO.

Hal ini pun diungkapkan oleh GAVI, lembaga aliansi vaksin global yang juga didanai oleh Bill Gates 20 tahun silam. Delapan penyakit yang terus dimonitor tersebut semuanya disebabkan oleh virus dan bersifat zoonotik atau dapat ditransmisikan dari hewan ke manusia.

Berikut ini adalah daftar penyakit yang menurut WHO berpotensi menjadi wabah di masa mendatang :

Ramalan-ramalan yang didasarkan pada data dan bukti (evidence based) tersebut seharusnya direspons oleh semua pihak terutama pemerintah. Publikasi-publikasi ilmiah soal kemungkinan munculnya pandemi baru juga bukan hal yang susah dijumpai. Bahkan kebanyakan open access, artinya bisa diunduh dan dibaca semua pihak.

Ini tentu berbeda dengan teori konspirasi yang menekankan pada berbagai kemungkinan yang membutuhkan pembuktian konkret. Cara sains bekerja adalah dengan pengalaman empiris yang menghasilkan data. Data yang ada dicari tahu polanya dan digunakan sebagai landasan untuk meramal apa yang bakal terjadi di masa depan.

Untuk kasus Covid-19 sendiri, sebenarnya WHO sudah memperkirakan bahwa akan ada suatu penyakit yang dinamai 'X' yang belum pernah terjadi dan akan jadi pandemi dua tahun silam. Sekali lagi, tentunya ini didasari pada berbagai indikator dan data yang ada, bukan hanya isapan jempol belaka.

Jadi, sudah siap untuk pandemi (amit-amit) berikutnya?

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(twg/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading