9 Fakta Soal Vaksin Covid-19 Moderna yang Harus Kamu Tahu!

Tech - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
27 August 2020 12:53
A sign marks an entrance to a Moderna, Inc., building, Monday, May 18, 2020, in Cambridge, Mass. Moderna announced Monday, May 18, 2020, that an experimental vaccine against the coronavirus showed encouraging results in very early testing, triggering hoped-for immune responses in eight healthy, middle-aged volunteers.(AP Photo/Bill Sikes)

Jakarta, CNBC Indonesia - Moderna mengumumkan vaksin Covid-19 buatannya sukses menghasilkan antibodi penawar corona pada orang dewasa dan lansia dalam uji klinis awal.

Sebagai salah satu pionir dalam pengembangan vaksin virus corona, berikut ini adalah kumpulan fakta seputar Moderna dan kandidat vaksinnya yang berhasil ditelusuri CNBC Indonesia :

1. Menjadi Pengembang Vaksin Pertama yang Uji Klinis ke Manusia


Perusahaan yang didirikan 10 tahun silam dan berbasis di Massachusetts AS ini merupakan firma bioteknologi yang pertama kali melakukan uji klinis kandidat vaksinnya di Seattle pada 16 Maret 2020. 

2. Mengembangkan Vaksin RNA Bernama mRNA-1273

Untuk mengembangkan vaksin yang mujarab, berbagai platform teknologi pengembangan vaksin digunakan. Mulai dari yang konvensional seperti virus yang diinaktivasi hingga pendekatan yang berteknologi tinggi seperti protein rekombinan hingga vaksin DNA maupun RNA.

Dalam hal pengembangan vaksin, Moderna menggunakan platform vaksin RNA yang diberi nama mRNA-1273 yang berisikan gen pengkode protein antigen milik virus corona jenis baru bernama Spike. Molekul RNA ini dibungkus dengan suatu partikel nano yang disebut Lipid Nanopartikel (LNP).

3. Spesialis Vaksin & Terapi RNA untuk Berbagai Penyakit

Mengutip situs resmi milik perusahaan, Moderna tak hanya mengembangkan vaksin RNA untuk virus corona saja, tetapi juga untuk penyakit lainnya. Moderna memang memiliki spesialisasi pengembangan molekul RNA untuk vaksin dan terapi penyakit menular, kanker, dan penyakit kardiometabolik langka.

4. Hasil Uji Klinis mRNA-1273 Menjanjikan

Saat ini mRNA-1273 tengah diuji klinis di tahap terakhir. Hasil uji klinis tahap awalnya menunjukkan tanda positif. Kabar terbaru menyebutkan kandidat ini mampu memicu respons imun berupa produksi antibodi penetral pada lansia 56 tahun ke atas. 

Dalam penjelasan Moderna, vaksin itu juga tampaknya dapat ditoleransi dengan baik, tanpa efek samping yang membahayakan. Beberapa pasien cuma melaporkan kelelahan, menggigil, sakit kepala dan nyeri di tempat suntikan. Sebagian besar gejala hilang dalam dua hari, ujar Moderna seperti dikutip dari CNBC International, Kamis (27/8/2020).

5. Trump Pesan 100 Juta Dosis Vaksin Virus Corona Milik Moderna

CNBC International melaporkan awal bulan ini, Presiden Donald Trump mengumumkan pemerintah AS akan membeli 100 juta dosis vaksin Moderna dalam kesepakatan senilai US$ 1,53 miliar atau setara dengan Rp 21,4 triliun (asumsi kurs Rp 14.000/US$).

AS telah menginvestasikan US$ 955 juta (Rp 13,4 triliun) dalam pengembangan vaksin Moderna. Sehingga total investasinya mencapai hampir US$ 2,5 miliar (Rp 35 triliun). 

6. Harga Vaksinnya di Kisaran US$ 32 per Dosis

Awal bulan ini Moderna mengumumkan bahwa harga vaksin corona miliknya dipatok senilai US$ 32 hingga US$ 37 per dosis. Jika pembelian dilakukan dengan volume yang banyak maka harganya akan lebih murah.

7. Kapasitas Manufaktur Vaksinnya Mencapai 1 Miliar Dosis

Berdasarkan kajian yang dipublikasikan oleh perusahaan konsultan manajemen global McKinsey & Company, kapasitas manufaktur Moderna pada 2021 mencapai 1 miliar dosis vaksin atau 11,9% dari total kapasitas manufaktur global.

8. Harga Sahamnya Meroket Ratusan Persen

Pengembangan vaksin virus corona yang dilakukan oleh Moderna menjadi sentimen positif untuk harga sahamnya. Saat mulai mengumumkan uji klinis tahap awal pada Maret lalu, harga saham Moderna mulai melesat.

Di sepanjang tahun 2020 ini, harga saham Moderna sudah meroket 260%. Rekor tertinggi harga saham Moderna tercatat pada pertengahan Juli lalu yang melesat hingga 385% dibanding posisinya awal tahun.

9. Bosnya Jadi Tajir Melintir

Melansir Forbes kekayaan sang CEO Moderna yakni Stephane Bancel bertambah US$ 131 juta dalam sehari terakhir menjadi US$ 2,2 miliar (Rp 30,8 triliun). Bancel memiliki 9% dari saham Moderna dan menjadi CEO di tahun 2011.

Sebelum menjadi CEO Moderna, Bancel merupakan CEO perusahaan diagnostik asal Perancis yang bernama BioMérieux yang didirikan oleh triliuner asal Perancis bernama  Alain Mérieux.

TIM RISET CNBC INDONESIA


(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading