Pemerintah Bayar Buzzer untuk Dorong RUU Cipta Kerja?

Tech - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
13 August 2020 15:33
Kelompok massa yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menggelar unjuk rasa di depan Komplek MPR/DPR, Jakarta, Rabu (29/7). Aksi tersebut menolak pembahasan Rancangan Undang-Undang Omnibuslaw Cipta Kerja. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah mengumumkan, pembahasan RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law telah dibahas bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) lebih dari 75%. Untuk mendorong RUU Cipta Kerja, apakah pemerintah membayar influencer atau buzzer untuk mendorong RUU Cipta Kerja agar bisa disahkan?

Sejak kemarin, banyak sekali di media sosial mendengungkan kampanye #IndonesiaButuhKerja. Baik di Twitter maupun Instagram.

Diketahui, #IndonesiaButuhKerja merupakan bentuk dukungan untuk melanggengkan RUU Cipta Kerja.

Tagar tersebut diramaikan oleh influencer dan artis. Apakah mereka semua dibayar oleh pemerintah?

Staf Ahli Bidang Regulasi, Penegakan Hukum, dan Ketahanan Ekonomi Kemenko Perekonomian, Elen Setiadi mengatakan tidak tahu menahu adanya para selebritis yang menggaungkan #IndonesiaButuhKerja.

Bahkan, kata Elen, pemerintah melalui Kemenko Perekonomian tidak pernah membayar dan tidak ada anggaran untuk membayar para influencer atau buzzer tersebut.

"Kami tidak pernah membayar dan tidak mungkin mempunyai anggaran untuk influencer RUU Cipta Kerja. Penyusunan dan pembahasan sesuai dengan ketentuan yang ada," kata Elen kepada CNBC Indonesia, Kamis (13/8/2020).

Elen pun tidak tahu kenapa 21 selebritis tersebut menyuarakan #IndonesiaButuhKerja, sebagai bentuk dukungannya untuk mengesahkan RUU Cipta Kerja.

"Kemenko tidak memiliki program yang berkaitan dengan influencer. Namun kami berterima kasih apabila masyarakat ikut menyampaikan dukungannya atas RUU Cipta Kerja," kata dia melanjutkan.

CNBC Indonesia juga sudah mencoba mengkonfirmasi satu persatu-satu ke beberapa influencer dan artis-artis tersebut, namun belum ada yang mengkonfirmasi, kenapa mereka mendukung RUU Cipta Kerja untuk disahkan.

Hanya saja, ada pengakuan dari Satria Ramadhan selaku Manager Aditya Fadila (Adit Insomia) yang mengatakan, Adit Insomia tidak bisa memberikan komentar atas terkait unggahan dirinya di instagram, karena satu dan lain hal.

Seperti diketahui, Aditya melalui akun instagramnya @adit_insomia menuliskan:

INDONESIA BUTUH KERJA. Kalo kangen liburan, pastinya kangen juga kerja. Yang bisa bikin lo liburan,ya karena kerja. Gue kangen kerja kaya tahun lalu atau tahun-tahun sebelumnya. Lebih baik capek kerja, daripada capek nyari kerja. Ye ngga?! Semangat ya buat temen-temen yang kehilangan pekerjaannya di masa sulit ini, yakin kita semua bisa bangkit dengan nantinya makin banyak lapangan kerja dan ciptakerja. Karena kita semua butuh kerja. #IndonesiaButuhKerja.

Satria hanya menjelaskan, Aditya melalui akun @adit_insomia mengaku secara suka rela memposting unggahan mengenai dukungannya terhadap RUU Cipta Kerja. Dan mengakui tidak ada permintaan satu pun yang datang dari pemerintah.

"Adit secara sukarela memposting kampanye #IndonesiaButuhKerja. Betul [Adit memposting secara sukarela dan tidak ada 'pesanan' dari pemerintah]," kata Satria kepada CNBC Indonesia melalui pesan singkatnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan terus mengebut pembahasan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja atau Omnibus Law. Komunikasi antara pemerintah dan DPR pun terus digodok.

"RUU Cipta Kerja pembahasannya sudah melebihi dari pada 75%. Diharapkan dalam pembahasan akan dilanjutkan. Ini jadi catatan-catatan karena sangat ditunggu berbagai investor termasuk Sovereign Wealth Fund (SWF)," kata Airlangga dalam Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional Apindo 2020, Rabu (12/8/2020).



[Gambas:Video CNBC]

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading