Sengit, Bisnis Antar Makanan Grab-Gojek Punya Saingan Baru

Tech - Yuni Astuti, CNBC Indonesia
21 July 2020 09:10
Dok: Gojek

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Tertua di Thailand, Siam Commercial Bank Thailand siap menyaingi Grab dan Gojek di bisnis layanan antar makanan untuk menarik pengguna baru.

Dilansir dari Nikkei Asia, Senin (20/07), diversifikasi bisnis ini dilakukan untuk mengalahkan dua raksasa ride hailing (berbagi tumpangan) Asia Tenggara, Grab dan Gojek yang telah membuat terobosan dengan membuat layanan antar makanan dan jasa keuangan melalui pembayaran elektronik.

Sebelumnya, Siam Commercial Bank Telah bersiap melebarkan sayapnya ke bidang baru dengan fokus khusus pada layanan digital. Juni 2020, Siam Commercial Bank dikabarkan melakukan pendanaan pada startup pembayaran asal Thailand, Synqa.


Selanjutnya dilansir dari Reuters, Siam Commercial Bank menjadi salah satu investor yang memberikan pendanaan kepada startup pembayaran Synqa bersama dengan investor lainnya. Synqa yang berbasis di Bangkok, sebelumnya dikenal sebagai Omise, yang didirikan pada 2013 sebagai gateway pembayaran.

Bukan hanya Synqa, bank tertua di Thailand ini juga melakukan investasi pada startup lain yang tengah naik daun, di antaranya Gojek, yang nantinya menjadi pesaing di bisnis pengantaran makanan yang akan diluncurkan. Adapula perusahaan blockchain yang berbasis di Amerika Serikat, Ripple, yang menjadi strategi transformasi digitalnya.

Siam Commercial Bank melebarkan sayapnya ke bisnis lain untuk mendukung perusahaan pengantaran makanan ini melalui modal ventura. Nikkei juga mencatat Perusahaan baru ini akan mengintegrasikan 50 ribu restoran ke aplikasi Robinhood pada akhir tahun ini, dan sebagian besar dari klien yang sudah ada.

"Kami akan menciptakan ekosistem berkelanjutan untuk pengiriman makanan," kata CEO Siam Commercial Bank Thailand Arthid Nanthawithaya.

Tak bisa dipungkiri, saat pandemi seperti sekarang permintaan layanan antar makanan di Gojek dan Grab tercatat melonjak drastis.

Layanan ini membantu restoran bisa beroperasi di masa pandemi Covid-19, terutama karena larangan makan di tempat. Namun keduanya mengenakan biaya tambahan 20-40% untuk setiap pemesanan.

Untuk mengambil celah, Siam Commercial Bank pun akan membebaskan biaya komisi. Restoran pun akan menerima uangnya satu jam setelah pengiriman menggunakan layanan bank digital. Penawaran ini jauh lebih cepat dibandingkan dengan Grab, dimana restoran harus menunggu sekitar satu bulan.

Kepala Unit Layanan ini Srihanath Lamsam mengatakan layanan baru ini dirancang untuk membantu restoran yang terkena dampak Covid-19. Meski demikian minat terbesar bank tertua ini juga pada potensi pinjaman baru yang besar melalui aplikasi baru ini.

"Banyak orang sudah mulai menggunakan layanan digital karena virus corona," kata Srihanath.

Dengan terobosan ini, Siam Bank telah melewati garis tradisional industri perbankan pada umumnya, untuk menjangkau nasabah baru. Apalagi masyarakat banyak yang beralih ke layanan digital karena pandemi Covid-19.

Siam Commercial Bank juga merupakan penyalur kredit terbesar keempat berdasarkan aset, dan memilih memasuki salah satu area bisnis inti mereka dan diharapkan dapat memanfaatkan peluang baru untuk pinjaman.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading