Internasional

Bukan Avengers, COVAX Bakal 'Lindungi' Warga Bumi dari Corona

Tech - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
16 July 2020 11:32
FILE - In this May 25, 2020, file photo, a lab technician extracts a portion of a COVID-19 vaccine candidate during testing at the Chula Vaccine Research Center, run by Chulalongkorn University in Bangkok, Thailand. As the race for a vaccine against the new coronavirus intensifies, many rich countries are rushing to the front of the line by placing advance orders for the inevitably limited supply to guarantee their citizens are immunized first.  (AP Photo/Sakchai Lalit, File)

Jakarta, CNBC Indonesia - Lebih dari 75 negara telah menyatakan minatnya untuk bergabung dengan skema pembiayaan COVAX. Ini untuk menjamin akses yang cepat dan merata secara global terhadap vaksin Covid-19.

Aliansi vaksin (GAVI) menyebut, ke- 75 negara tersebut yang akan membiayai vaksin dari anggaran publik. COVAX akan bermitra dengan 90 negara miskin yang didukung melalui sumbangan sukarela kepada COVAX Advance Market Commitment (AMC).


"COVAX adalah satu-satunya solusi global untuk pandemi COVID-19," kata Seth Berkley, Kepala Eksekutif GAVI dikutip dari CNA Kamis (16/7/2020).

"Untuk sebagian besar negara, apakah mereka mampu membayar untuk dosis mereka sendiri atau memerlukan bantuan. Itu berarti menerima bagian dosis yang dijamin dan menghindari antrian, seperti yang kita lihat selama pandemi H1N1 pada satu dekade lalu."


Kelompok yang terdiri atas 165 negara ini mewakili lebih dari 60% populasi dunia. COVAX dipimpin bersama oleh GAVI, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Koalisi untuk Kesiapan dan Inovasi Epidemi (CEPI).



Tujuannya untuk memberikan 2 miliar dosis vaksin Covid-19 yang efektif dan disetujui. Setidaknya hingga akhir tahun 2021.

Vaksin akan dikirimkan secara merata ke negara-negara peserta yang proporsional dengan populasi mereka. Namun akan dikerahkan untuk petugas kesehatan terlebih dahulu.

GAVI mengatakan bulan lalu telah mengumpulkan US$ 567 juta dari donor internasional. Lebih dari 100 vaksin Covid-19 potensial sedang dalam pengembangan, dengan 20 di tahap dalam uji klinis manusia.

AstraZeneca misalnya sedang mengembangkan suntikan Covid-19 yang dikenal sebagai AZD1222. AstraZeneca memasok 300 juta dosis ke COVAX jika vaksin terbukti efektif dan berlisensi.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading