Internasional

Obat Antibodi Ini Disebut Sembuhkan Corona dengan Cepat

Tech - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
17 April 2020 15:10
FILE - In this Wednesday, March 11, 2020 file photo, a technician prepares COVID-19 coronavirus patient samples for testing at a laboratory in New York's Long Island. Wide scale testing is a critical part of tracking and containing infectious diseases. But the U.S. effort has been plagued by a series of missteps, including accuracy problems with the test kits the CDC sent to other labs and bureaucratic hurdles that slowed the entrance of large, private sector labs. (AP Photo/John Minchillo)
Jakarta, CNBC Indonesia - Peneliti dari Universitas Kedokteran Chicago melihat Remdesivir bisa digunakan dalam pengobatan guna menyembuhkan COVID-19 (corona).

Obat yang diproduksi Gilead Sciences ini telah di uji coba pada 125 pasien COVID-19 dalam dua kali pengetesan. Di mana 113 pasien memiliki gejala yang parah.

Hasilnya mereka pulih dengan cepat. Kurang dari satu minggu perawatan, mayoritas sembuh, tidak menggunakan ventilator lagi dan bisa keluar dari rumah sakit.




"Berita terbaiknya adalah sebagian besar pasien kami sudah keluar dan ini luar biasa," kata Dr Kathleen Mullane, spesialis penyakit menular di Universitas Chicago dalam sebuah video sebagaimana dikutip CNN International dari situs kesehatan STAT.

STAT mengatakan memperoleh rekaman dari internal Universitas Chicago. Namun sayangnya, Mullane tidak menanggapi permintaan komentar dari CNN sementara universitas juga mengatakan belum akan bersuara sampai hasil resmi siap.

Hingga saat ini sebenarnya belum ada obat yang bisa menyembuhkan COVID-19. Sejumlah perusahaan juga masih melakukan pengujian guna menemukan vaksin.

Tetapi The National Institutes of Health (NIH) yang bertanggung jawab pada pengujian biomedis dan kesehatan masyarakat AS juga tengah menguji remdesivir. Obat ini digunakan dalam perawatan infeksi virus Ebola.

Meski dalam penelitian, kesuksesannya sedikit, tapi beberapa penelitian di binatang memperlihatkan obat ini cukup efektif mencegah dan merawat penyakit yang terkait corona. Termasuk SARS dan MERS.

Sementara itu, di Februari WHO memang sempat mengatakan remdesivir berpotensi melawan COVID-19. Gilead sendiri, sebagai perusahaan yang memproduksi obat, menilai uji coba klinis masih harus dilakukan.

Gilead sudah mensponsori tes pada 2.400 pasien COVID-19 dengan gejala parah di 152 lokasi di seluruh dunia. Perusahaan juga menguji obat pada 1.600 pasien dengan gejala ringan di 169 rumah sakit seluruh dunia.

Hasil penelitian diharapkan bisa didapat akhir April ini. "Kami memahami kebutuhan mendesak untuk obat COVID-19," tulis perusahaan.

[Gambas:Video CNBC]






(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading