Internasional

Kabar Baik, Vaksin Corona Akan Segera Diproduksi

Tech - Sefti Oktarianisa, CNBC Indonesia
14 July 2020 06:31
A lab assistant holds a blood sample to be tested for COVID-19 antibodies, Tuesday, April 28, 2020, at Principle Health Systems and SynerGene Laboratory, in Houston. The company, which opened two new testing locations Tuesday, is now offering a new COVID-19 antibody test developed by Abbott Laboratories. (AP Photo/David J. Phillip)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kabar baik datang dari Amerika Serikat (AS). Pejabat kesehatan dan pembuat obat di negeri Paman Sam berujar produksi vaksin corona akan segera dimulai.

"Tepatnya kapan material vaksin akan diproduksi dan kapan vaksinnya diproduksi? Mungkin empat hingga enam minggu lagi," tegas pejabat itu kepada wartawan, dikutip dari CNBC International, Selasa (14/7/2020).



"Tapi kami akan aktif 'memanufakturkannya' di akhir musim panas (sekitar September di AS)."

Pemerintah Presiden AS Donald Trump sebelumnya memang sudah melakukan pendekatan dengan empat perusahaan bioteknologi untuk mendapatkan vaksin potensial, diantaranya milik Moderna dan Johnson & Johnson. Tahap akhir uji coba ke manusia akan dilakukan akhir bulan ini.

AS mendeklarasikan akan memberikan 300 juta dosis vaksin untuk warganya, setidaknya di awal 2021. Vaksin menurut administrasi Trump Juni lalu, akan diberikan gratis pada masyarakat tidak mampu.




Saat ini AS menjadi negara dengan kasus Covid-19 terbanyak di dunia. AS melaporkan ada lebih dari 3,3 juta kasus dengan 135.205 kematian.

Minggu (12/7/2020), kasus baru naik 5% di lebih dari 37 negara bagian termasuk Washington DC. Kasus baru kembali mencapai rekor harian tertinggi yakni 59.100.

Sementara itu, ilmuan top AS yang juga penasehat Gedung Putih Anthony Fauci tak yakin dengan daya tahan vaksin yang tengah dikembangkan sekarang. Ia berujar, mungkin, tak akan memberi kekebalan jangka panjang.

"Jika Covid-19 bertindak seperti virus korona lain, kemungkinan besar kekebalannya (vaksin) tidak akan lama," kata Fauci saat wawancara dengan penulis JAMA Howard Baucher, Juni lalu.

Namun Fauci sendiri memang kerap bertentangan dengan Trump. Ia sepat memprediksi kasus di AS, mungkin akan segera mencapai 100.000 per hari jika tak ada penanganan yang lebih ketat oleh pemerintahan Trump.

Secara global kasus Corona secara global tercatat mencapai 13 juta. Di Amerika Latin, Brasil menjadi negara dengan dampak terparah. Sementara di Asia, hal ini ditempati Asia sedangkan di Eropa, ditempati Inggris.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading