Samsung Perkirakan Laba Operasinya Naik 23% di Tengah Pandemi

Tech - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
07 July 2020 18:32
Attendees at Samsung Electronics Co LtdÕs Unpacked event test out the companyÕs new devices in  in San Francisco, California, U.S., February 20, 2019 REUTERS/Stephen Nellis

Jakarta, CNBC Indonesia - Samsung Electronics Co Ltd, pada hari Selasa (7/7/2020), mengatakan bahwa laba operasi kuartal keduanya kemungkinan naik 23% karena penjualan chipnya cukup tinggi, mengimbangi lemahnya permintaan untuk smartphone dan TV.

Selain itu, bisnis display-nya, di mana Apple Inc. merupakan salah satu pelanggannya, juga mencatatkan peningkatan laba, kata perusahaan.


Raksasa teknologi Korea Selatan itu mengatakan laba operasi kemungkinan naik menjadi 8,1 triliun won (US$ 6,80 miliar) pada kuartal yang berakhir di Juni. Angka itu jauh di atas perkiraan analis yang disurvei oleh Refinitiv SmartEstimate untuk laba sebesar 6,4 triliun won.

Namun, Samsung mengatakan pendapatannya kemungkinan turun 7% menjadi 52 triliun won dari tahun sebelumnya, sebagaimana dilaporkan Reuters. Perusahaan dijadwalkan untuk merilis rincian pendapatan selengkapnya akhir bulan ini.

Menurut analis, aturan kerja dari rumah (work from home/WFH) dan meningkatnya sistem pembelajaran online di tengah pandemi virus corona (COVID-19) telah menyebabkan kenaikan permintaan chip dan mendorong harga chip memori DRAM.

"Permintaan chip lebih kuat dari yang diharapkan karena COVID-19," kata Park Sung-soon, seorang analis di Cape Investment & Securities.

Menurut CNBC International, harga saham Samsung jatuh pada perdagangan Selasa setelah raksasa teknologi tersebut memposting panduan pendapatan untuk kuartal yang berakhir pada Juni itu.

Saham awalnya naik lebih dari 1% sebelum menghapus kenaikan untuk diperdagangkan anjlok 2% pada pukul 1:13 siang waktu HK / SIN.


[Gambas:Video CNBC]

(res/res)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading