Vaksin Covid-19 Ditemukan, 3 Ini Kandidat Terkuatnya?

Tech - Monica Wareza, CNBC Indonesia
04 July 2020 07:15
FILE - In this May 25, 2020, file photo, a lab technician extracts a portion of a COVID-19 vaccine candidate during testing at the Chula Vaccine Research Center, run by Chulalongkorn University in Bangkok, Thailand. As the race for a vaccine against the new coronavirus intensifies, many rich countries are rushing to the front of the line by placing advance orders for the inevitably limited supply to guarantee their citizens are immunized first.  (AP Photo/Sakchai Lalit, File)

Jakarta, CNBC Indonesia - Peneliti di banyak negara masih terus berlomba-lomba untuk menemukan vaksin yang akan menumpas penyebaran virus Covid-19. Kabar terbaru, terdapat tiga kandidat vaksin yang dinilai paling menjanjikan.

Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) melalui chief scientistnya Soumya Swaninathan mengungkapkan dua kandidat vaksin terdepan saat ini adalah milik farmasi asal Inggris, AstraZeneca yang berkolaborasi dengan Universitas Oxford dan Moderna.

"Tentu saja dalam hal seberapa maju (vaksin), tahap di mana mereka berada, mereka jadi kandidat utama. Jadi mungkin saja mereka (AstraZaneca dan Moderna) akan mendapatkan hasil yang cukup awal," kata Swaminathan, dikutip dari Reuters, Sabtu (4/7/2020).


Alasannya adalah, vaksin yang diproduksi oleh Moderna saat ini sudah berada dalam tahap uji klinis ketiga. Sedangkan vaksin yang dimiliki oleh AstraZeneca sangat menjanjikan lantaran cakupan produksinya yang luas.

Namun demikian, dia menekankan bahwa tak hanya dua vaksin ini yang tengah dipantau oleh WHO. Lembaga ini juga tengah dalam diskusi bersama dengan produsen vaksin lainnya dari beberapa negara seperti produsen China, termasuk Sinovac tentang vaksin potensial. Ia pun berujar tengah mengkaji vaksin dengan peneliti India.

Tak jauh berbeda dengan WHO, pendiri Mocrosoft Bill Gates juga menyebutkan vaksin yang saat ini sedang diuji cobakan oleh AstraZeneca University of Oxford menjadi yang paling menjanjikan. Lainnya ada vaksin milik Johnson & Johnson.

Alasannya adalah kedua vaksin ini memiliki pendekatan yang sama, keduanya menggunakan vektor adenovirus dan berdasarkan data hasil uji coba ke hewan tampak menjanjikan.

"Keduanya adalah yang paling menjanjikan dan kami tahu cara untuk meningkatkan produksi," ujar Bill Gates seperti dilansir dari CNN International.

Dia mengungkap, yayasan yang digagas dirinya dan istrinya, Bill & Melinda Gates Foundation telah berkomitmen untuk menyiapkan dana ratusan juta dolar untuk menyediakan pabrik vaksin yang tersedia bagi semua negara.

Yayasan ini telah menyiapkan dana hingga US$100 juta untuk memerangi virus corona di seluruh dunia. Dana ini dipakai untuk pengembangan vaksin.

Sebelumnya, AstraZeneca telah berencana memproduksi 2 miliar dosis vaksin virus corona baru penyebab Covid-19. Ini termasuk 400 juta untuk AS dan Inggris, serta 1 miliar untuk masyarakat di negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Sementara, WHO sendiri sendiri mencatat ada 16 vaksin Covid-19 yang sudah diujicobakan ke manusia. Uji klinis fase tiga ada uji coba vaksin kepada masyarakat dalam jumlah yang lebih luas untuk mengetahui efektivitas dan kemanjuran vaksin.

Meski vaksin sudah memasuki uji klinis akhir tahap tiga tidak ada jaminan vaksin ini akan berhasil. Masuk ada kemungkinan vaksin tersebut gagal menjadi senjata melawan corona. Berikut 16 vaksin yang sedang dikembangkan di seluruh dunia dan sudah diuji ke manusia:

  1. University of Oxford/AstraZeneca, Inggris, Fase 3
  2. CanSino Biological Inc./Beijing Institute of Biotechnology, China, Fase 2
  3. Moderna/NIAID, Amerika Serikat, Fase 2
  4. Wuhan Institute of Biological Products/Sinopharm, China, Fase 1/2
  5. Beijing Institute of Biological Products/Sinopharm, China, Fase 1/2
  6. Sinovac, China, Fase 1/2
  7. Novavax, Amerika Serikat, Fase 1/2
  8. BioNTech/Fosun Pharma/Pfizer, Jerman, Fase 1/2
  9. Institute of Medical Biology, Chinese Academy of Medical Sciences, China, Fase 1
  10. Inovio Pharmaceuticals, Amerika Serikat, Fase 1
  11. Genexine Consortium, Korea Selatan, Fase 1
  12. Gamaleya Research Institute, Amerika Seritkat, Fase 1
  13. Clover Biopharmaceuticals Inc./GSK/Dynavax, China, Fase 1
  14. Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical/Institute of Microbiology Chinese Academy of Sciences, China, Fase 1
  15. Imperial College London, Inggris, Fase 1
  16. Curevac, Jerman, Fase 1.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading