Gebrakan Erdogan: Atur Ketat Media Sosial atau Blokir Penuh!

Tech - Herdaru P, CNBC Indonesia
01 July 2020 20:10
Turkish President Recep Tayyip Erdogan speaks to reporters before departing for a visit to Ukraine, in Istanbul, Monday, Feb. 3, 2020. Turkey hit targets in northern Syria, responding to shelling by Syrian government forces that killed at least four Turkish soldiers, the Turkish president said Monday. A Syrian war monitor said six Syrian troops were also killed.(Presidential Press Service via AP, Pool) Foto: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (Presidential Press Service via AP, Pool)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Turki siap memperkenalkan aturan baru untuk mengontrol ketat media sosial atau menutupnya. Recep Tayyip Erdogan, Presiden Turki mengumumkan hal ini langsung setelah keluarganya sempat kena 'bully' netizen.

Menteri Keuangan Berat Albayrak yang merupakan menantu Erdogan ini sempat mengatakan anak keempatnya telah lahir. Istri Albayrak pun dihina oleh beberapa pengguna mdeia sosial. Akhirnya sang penghina tersebut ditangkap.

Erdogan bakal memperkenalkan peraturan baru untuk mengontrol penggunaan media sosial. Ia menambahkan bahwa terjadi peningkatan tindakan tidak bermoral pada platform media sosial dalam beberapa tahun terakhir adalah karena kurangnya peraturan.

FILE PHOTO: Turkish President Tayyip Erdogan addresses members of his AK Party in parliament in Ankara, Turkey, October 2, 2018. REUTERS/Umit Bektas - RC1BDF3344D0/File PhotoFoto: Presiden Turki Tayyip Erdogan (REUTERS/Umit Bektas)



"Platform ini tidak sesuai dengan negara ini. Kami ingin mematikan, mengontrol (mereka) dengan membawa ke parlemen sesegera mungkin," katanya.

Dia mengatakan perusahaan media sosial akan dipaksa untuk menunjuk perwakilan di Turki untuk menanggapi permintaan hukum, yang katanya saat ini diabaikan.

"Kami bertekad untuk melakukan apa pun yang diperlukan bagi platform media sosial untuk mengatur perwakilan fiskal dan hukum di negara kami. Kami akan menerapkan larangan akses, hukuman hukum, dan fiskal setelah selesainya regulasi," kata Erdogan dilansir Reuters, Rabu (1/7/2020).


Saksikan video terkait di bawah ini:

Penjualan Tesla Kokoh pada Q2-2020


(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading